Serba Serbi
Purnama Kadasa, Alasan Dibalik Baiknya Purnama Ini dan Kaitan Piodalan Besakih
Dalam lontar Sundarigama, dijelaskan bahwa Purnama adalah waktu terakhir pada paroh terang dan awal dari paroh gelap.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat Hindu sejak dahulu kala, mengenal hari suci Purnama dan Tilem.
Khusus kali ini Tribun Bali akan membahas Purnama dan kaitannya dengan piodalan di Pura Besakih.
Dalam lontar Sundarigama, dijelaskan bahwa Purnama adalah waktu terakhir pada paroh terang dan awal dari paroh gelap.
Untuk itulah, Purnama dianggap sebagai waktu sakral dan suci.
Baca juga: Besok, Puskor Hindunesia Mereresik Jelang Pujawali di Pura Besakih
Dari kajian lontar Sundarigama, saat Purnama diyakini bahwa Bhatara Parameswara atau Sang Hyang Purusangkara bersama saktinya.
Kemudian diiringi oleh para dewa, bidadari-bidadari, serta roh leluhur melalukan yoga.
Di sisi lain pula, diyakini bahwa setiap bulan Purnama, maka Dewa Bulan atau Sang Hyang Chandra akan melakukan yoga.
Sehingga umat Hindu diharapkan mempersembahkan sesajen (upakara), sesuai kemampuan untuk dipersembahkan kepada para dewa. Terutamanya kepada Dewi Bulan.
Dalam lontar disebutkan, bahwa sesajen yang dipersembahkan diantaranya penek kuning dengan lauk daging ayam putih siungan panggang. Prayascita luih dan reresik. Dilengkapi segehan agung satu tanding.
Kemudian diupacarai di tempat suci untuk umum, baik di pura maupun parhyangan.
Serta pada malam harinya, umat diharapkan melakukan yoga semadi.
Purnama Kadasa disebut salah satu sebagai hari suci, karena diyakini Sang Hyang Suksmamerta beryoga di Sad Kahyangan Wisesa.
Purnama Kadasa juga disebut dengan Purnama Sadha.
Purnama ini diyakini sebagai batas waktu peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau.
Sehingga umat Hindu sejak zaman nenek moyang, telah melakukan upacara untuk mensyukuri masa penghujan yang telah berakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/alasan-dibalik-baiknya-purnama-ini-dan-kaitan-piodalan-besakih.jpg)