Berita Bangli
Bawaslu Bangli Ajak Teruna-Teruni Ikut Aktif Awasi Pemilu 2024
Bawaslu Bangli Ajak Truna-Truni Ikut Aktif Awasi Pemilu 2024Bawaslu Bangli Ajak Truna-Truni Ikut Aktif Awasi Pemilu 2024
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Para generasi muda diharapkan bisa ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu, serta berani menolak hal-hal yang mengandung unsur kecurangan dalam Pemilu.
Hal tersebut diungkapkan ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli, I Nengah Purna dalam Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Wantilan Desa Penglipuran, Senin 14 Maret 2022.
Kegiatan yang dilangsungkan bersama Bawaslu Provinsi Bali itu menyasar para pemilih pemula dari kelompok Truna-Truni yang ada di Kabupaten Bangli.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli I Nengah Purna mengatakan, kehadiran Bawaslu di hadapan anak-anak muda, adalah untuk memberikan pemahaman seberapa pentingnya peran masyarakat dalam proses demokrasi.
"Disini kami ingin memberitahukan bahwa sejatinya Pemilu itu bukan hanya milik penyelenggara Pemilu saja, namun juga milik seluruh komponen masyarakat. Dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat," ujar dia.
Karenanya, lanjut Kordiv Sumber Daya Manusia dan Organisasi itu anak muda sebagai generasi penerus harus ikut andil dalam proses jalannya Pemilu. Terlebih pihaknya meyakini para generasi muda yang memiliki lebih banyak waktu, dapat menyebarkan jiwa pengawasan kepada masyarakat luas.
Baca juga: Sejumlah Sekaa Teruna di Badung Belum Manfaatkan Dana Kreativitas,Disbud Akan Lakukan Pendataan Lagi
Baca juga: Rapat Paripurna Internal DPRD Bali, Nyoman Budi Utama Didapuk Jadi Ketua Komisi I
Baca juga: Prosesi Nedunang Ida Bhatara di Pura Besakih Lancar, Pemedek Diimbau Sembahyang Ikuti Penganyar Asal
Pihaknya juga berharap para generasi muda nantinya bisa ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu. Minimal, berani menolak hal-hal yang mengandung unsur kecurangan dalam Pemilu.
"Mereka bisa menjadi agen getok tular untuk memberikan pemahaman kepemiluan kepada lebih banyak masyarakat lagi. Sehingga potensi pelanggaran yang bisa terjadi saat Pemilu kedepan dapat berkurang," ungkapnya.
Sementara Anggota Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Widyardana Putra mengatakan, kualitas Pemilu yang baik harus didukung oleh partisipasi masyarakat yang baik pula. Hal itu tentunya harus tumbuh dari kesadaran masyarakat itu sendiri.
"Partisipasi yang dimaksud bukan hanya sebatas pada saat masyarakat datang ke TPS saja, melainkan masyarakat harus secara aktif ikut mengawal proses berjalanya pemilu," ucap dia.
Widy menuturkan kehadiran Bawaslu saat ini adalah untuk menyadarkan masyarakat bahwa sebenarnya proses demokrasi di Indonesia itu sedang tidak baik-baik saja. Masih ada kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah pihak yang mempunyai kepentingan, sehingga dapat menciderai proses Pemilu itu sendiri.
"Oleh karena itu kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengawasi seluruh tahapan Pemilu," ujar Kordiv Pengawasan Bawaslu Bali itu.
Lebih lanjut Pria asal Karangasem itu menjelaskan, partisipasi masyarakat ini sebenarnya adalah bentuk kesadaran. Ketika masyarakat sadar bahwa proses pemilu belum berjalan dengan baik, tentunya kesadaran itu yang akan membangkitkan keinginan masyarakat untuk ikut berperan aktif demi menghasilkan Pemilu yang lebih baik kedepannya
"Bukan hanya baik secara managerial, namun juga baik secara utuh yang dilihat dari proses Pemilunya apakah sudah berjalan secara adil tanpa adanya kecurangan," pungkasnya. (mer)