Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

TERBARU KASUS SUBANG: Polisi Sudah Punya Target Pelaku Pembunuhan Tuti dan Amalia, Siapa?

TERBARU KASUS SUBANG: Polisi Sudah Punya Target Pelaku Pembunuhan Tuti dan Amalia, Siapa?

Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Lokasi pembunuhan ibu dan anak di Dusun Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (3/10/2021) silam. 

TRIBUN-BALI.COM - TERBARU KASUS SUBANG: Polisi Sudah Punya Target Pelaku Pembunuhan Tuti dan Amalia, Siapa?

Entah siapa sebenarnya dalang di balik pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Kasus terbunuhnya Tuti dan anaknya Amelia Mustika Ratu sudah bergulir selama tujuh bulan.

Padahal, polisi disebut-sebut telah memiliki target yang kemudian mengarah pada pelaku.

Hal itu misalnya diungkapkan oleh kriminolog dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, Yesmil Anwar.

Anwar juga mengungkap analisis soal polisi yang akhirnya membentuk tim khusus untuk penyelidikan kasus Subang tersebut.

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu polisi sempat mengeluarkan gambar sketsa wajah terduga pelaku dalam kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang.

Sketsa wajah ini dibuat berdasarkan hasil analisis tim Inafis Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Menurut Yesmil Anwar, dengan dikeluarkannya sketsa wajah terduga pelaku, berarti polisi sudah punya target.

"Kalau sudah ada sketsa wajah, ya berarti sudah ada target," kata Yesmil Anwar saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Rabu (16/3/2022).

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Yani Sudarto, menunjukkan sketsa terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Yani Sudarto, menunjukkan sketsa terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang. (Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman)

Harusnya, kata kriminolog Unpad itu, menjadi lebih mudah apabila menggunakan forensik digital.

Namun, ia menduga data yang disimpan dalam file polisi mungkin belum lengkap.

"Harusnya kemampuan teknologinya dipertinggi, dan kemampuan analisinya juga," ujar Yesmil Anwar.

Terkait polisi telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini, kata Yesmil Anwar, itu bukan memperterang persoalan, tapi memperlama.

"Karena belum tentu tim khususnya bekerja dengan maksimal, karena sering kali tim khusus banyak juga pekerjaan-pekerjaan lain. Yang penting kembali lagi melakukan penyelidikan dan penyidikan secara serius apakah oleh tim khusus atau lainnya," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved