Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Internasional

CERITA Penumpang yang Batal Terbang Dengan Pesawat China Eastern Airlines

Berikut ini adalah cerita salah satu penumpang  batal tergabung dalam manifest pesawat China Eastern Airlines

Tayang:
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Karsiani Putri
TIMES VERGE
Pesawat Boeing 737-800 China Eastern Airways mendarat di Bandara Hong Kong Worldwide, 1 Agustus 2018. 

TRIBUN-BALI.COM – Berikut ini adalah cerita salah satu penumpang  batal tergabung dalam manifest pesawat komersial maskapai China Eastern Airlines yang terjatuh di pegunungan di Provinsi Guangxi China.

Pada insiden naas yang terjadi pada Senin, 21 Maret 2022 tersebut, pesawat berjenis Boeing 737-800 yang memiliki flight number MU5735 mengangkut total 132 penempuang.

Dari total tersebut, terdapat sembilan awak kru pesawat.

Baca juga: RASA CEMAS Menghantui Keluarga Penumpang Pesawat China Eastern Airlines: Kami Belum Menyerah

Baca juga: Daftar Kecelakaan Boeing Terburuk Selama 1 Dekade Terakhir, Salah Satunya Penerbangan Lion Air 610

Direktur Keselamatan Penerbangan Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC), Zhun Tao mengatakan hingga kini, tim pencari belum berhasil menemukan black box dari pesawat tersebut.

"Pesawat itu rusak parah, membuat penyelidikan menjadi sangat sulit. Investigasi baru saja dimulai dan masih tidak mungkin untuk menentukan dengan jelas penyebab kecelakaan itu," kata Zhu Tao, dikutip Tribun-Bali.com dari South China Morning Post (SCMP) pada Rabu, 23 Maret 2022.

Dilansir Tribun-Bali.com dari situs Independent.co.uk pada Rabu, 23 Maret 2022 memperlihatkan sebuah tangkapan layar dari seorang netizen yang viral di Weibo memperlihatkan cerita salah seorang penempuang yang seharus berada dalam manifest pesawat Boeing 737-800 itu.

Dalam postingan tersebut, orang tersebut mengatakan bahwa mereka tidak diizinkan naik karena kode perjalanan yang tidak valid, dan gemetar setelah mengetahui tentang kecelakaan itu.

Baca juga: Pilot Pesawat China Eastern Airlines Tak Jawab Panggilan Petugas Lalu Lintas Udara Sebelum Terjatuh

“Terima kasih atas semua dukungan dan check-in,” tulis orang tersebut di Weibo.

Sedangkan, mengutip dari Sina News, wanita tersebut mengatakan jika dirinya dan keluarga beserta temannya harusnya berada dalam penerbangan tersebut.

Mereka pun dijadwalkan berada di Guangzhou untuk menghadiri pemakaman seorang teman pada 23 Maret.

Namun, dia mengubah penerbangannya pada menit terakhir dan tiba di kota yang lain.

Seluruh keluarga dan teman-temannya pun berada di pesawat tersebut.

Hingga kini perempuan tersebut kehilangan kontak dengan mereka semua.

"Salah satu yang hilang adalah saudara perempuan saya," katanya kepada Sina News.

Warga Bersiaga Dengan Donasikan Darah Mereka Kalau Ada Penumpang yang Selamat

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved