Berita Badung

Kemenkes Dukung Industri Farmasi Sediakan Obat Bermutu, Aman dan Berkhasiat

Kemenkes Dukung Industri Farmasi Sediakan Obat Bermutu, Aman dan BerkhasiatKemenkes Dukung Industri Farmasi Sediakan Obat Bermutu, Aman dan Berkhasiat

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
Thinkstock via GridHealth.ID
ILUSTTASO 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Kementerian Kesehatan mendukung Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Indonesia dalam negeri menyediakan obat-obatan produksi dalam negeri yang bermutu, aman dan berkhasiat untuk bangsa ini.

"Kita pasti akan mendukung penuh semangat GPFI dalam menjaga ketahanan kesehatan bangsa ini," ujar Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia Apt. M.Pharm. MARS dalam diskusi panel di sela Munas ke-16 GP Farmasi Indonesia Merusaka Nusa Dua Hotel, Kamis (24/3/2022).

Menurutnya, kemandirian bangsa di bidang farmasi sangat penting.

Hal ini bisa dilakukan industri farmasi dengan meningkatkan produksi obat dalam negeri sehingga tidak lagi bergantung impor.

Baca juga: Kemenperin Apresiasi GP Farmasi Indonesia Ikut Bangun Kemandirian Kesehatan

Baca juga: Perdana Tampil Di Hadapan Publik Pakai Baju Tahanan, Indra Kenz Minta Maaf dan Tak Bermaksud Nipu

Baca juga: ARTI MIMPI Membeli Anak Babi, Pertanda Waktu yang Didedikasikan Akan Berujung Sia-sia

Tentunya hal itu tidak bisa dikerjakan oleh industri farmasi saja.

Harus ada ekosistem yang disebut Pentahelix mulai akademisi, industri dan pemerintah.

Ekosistem ini nantinya akan bekerja mulai dari riset, bahan baku sampai formulasi berupa produk obat.

Untuk mendukung itu, Kementerian Kesehatan akan memberikan fasilitas non fiskal berupa pembiayaan uji klinik untuk industri farmasi inovator.

"Seperti vaksin merah putih saat ini, kita biayai," katanya.

Ia berharap GP Farmasi Indonesia terlibat dalam produksi vaksin imunisasi dasar lengkap.

"Kita berharap 14 vaksin imunisasi dasar lengkap ini diproduksi di Indonesia dengan teknologi yang terdepan," pintanya.

Sementara itu Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Dra. Roro Mayagustina Andarini, pembicara lainnya mengapresiasi kiprah GPFI dalam memproduksi obat yang bermutu, aman dan berkhasiat.

"BPOM melakukan pengawasan dari awal mulai ketika produk disiapkan, pengawasan sampai produk itu diregistrasi. Khusus produk obat, kita sangat ketat melakukan pengawasan," ungkap Maya.

Ia menyampaikan, BPOM melakukan pendampingan dari awal terutama kepada peniliti.

Sehingga pada awal ketika akan dilakukan penelitian sudah dapat berkomunikasi.

Dukungan BPOM juga ditunjukkan dengan pemberian relaksasi kepada industri farmasi yang mengajukan uji klinik.

"Contohnya untuk pra registrasi dari 40 hari menjadi 6 jam," kata Maya.(*)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved