Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Inilah Progres Kasus Subang, Danu Mendapat Serangan, Foto Oknum Banpol Disebut Editan
Menjelang delapan bulan kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang berjalan, pelaku masih berkeliaran di luar dengan tenang.
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM – Menjelang delapan bulan kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang berjalan, pelaku masih berkeliaran di luar dengan tenang.
Diketahui, dalam kasus Subang Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu harus meregang nyawanya ditangan pelaku kasus Subang.
Kabar terbaru dari Subang adalah Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana mengungkapkan jika pihaknya akan mengungkap nama pelaku pada bulan April tepatnya pada awal bulan Ramadhan.
Baca juga: MENJELANG 8 Bulan Kasus Subang, Keluarga Korban Percaya Polisi Akan Ungkap Nama Pelaku
Baca juga: PROMO Alfamart Hingga 3 April 2022, Alfamart Beras Ramos 5kg Rp56.900, Beli 2 Gratis 1
Baca juga: MENJELANG 8 Bulan Kasus Subang, Keluarga Korban Percaya Polisi Akan Ungkap Nama Pelaku
Menjelang bulan April, salah satu saksi kunci dari Kasus Subang yang juga merupakan kerabat dari korban Subang, Muhamad Ramdanu alias Danu mendapatkan serangan.
Adapun serangan ke Danu itu terkait dengan foto oknum bantuan polisi (banpol) yang dilakukan oleh salah satu Kanal YouTube dengan menyebut foto tersebut hanyalah sebuah editan.
Seperti diketahui, oknum banpol ini diakui Danu sebagai orang yang menyuruhnya masuk ke tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
Danu menjelaskan bahwa oknum banpol ini memintanya masuk ke mobil Alphard yang sebelumnya dipakai untuk meletakkan jenazah Tuti dan Amel.
Oknum banpol ini juga diakui Danu telah menyuruhnya menguras bak mandi, tempat jenazah Tuti dan Amel dimandikan.
Danu bahkan mengaku memotret oknum banpol itu untuk kemudian dikirim ke Yoris Raja Amanullah sebagai laporannya.
Baca juga: MENJELANG 8 Bulan Kasus Subang, Keluarga Korban Percaya Polisi Akan Ungkap Nama Pelaku
Namun, foto banpol yang dikirimkan Danu ke Yoris inilah yang disebut-sebut oleh sebuah akun YouTube itu 99 persen editan.
Selain itu, sikap keponakan korban Tuti Suhartini dan sepupu korban Amalia Mustika Ratu yang kerap membuat konten YouTube juga menjadi sorotan.
Danu pun ditantang untuk meminta bantuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengungkap semua fakta terkait pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Tanggapan Kuasa Hukum Danu
Menanggapi tudingan ini, kuasa hukum Danu, Achmad Taufan Soedirjo bereaksi santai.
Menurutnya, fakta mengenai banpol ini sudah disampaikan ke penyidik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/danu-dan-2-oknum-banpol.jpg)