Berita Denpasar

Penahanan Jerinx SID Dipindah ke Lapas Kerobokan

Penahanan Jerinx SID Dipindah ke Lapas KerobokanPenahanan Jerinx SID Dipindah ke Lapas Kerobokan

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
Istimewa
Jerinx didampingi kuasa hukumnya, Wayan Gendo Suardana saat proses pemindahan di Lapas Kerobokan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gede Ary Astina alias Jerinx (Jrx) kini telah menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Jumat, 1 April 2022.

Penggebuk drum Superman Is Dead (SID) kini menjalani masa penahanan di lapas terbesar di Bali ini terkait kasus pengancaman terhadap Adam Deni.

Dalam perkara ini Jerinx divonis dengan pidana satu tahun penjara, denda Rp 25 juta dan sebelumnya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat.

Dalam proses pemindahan di Lapas Kerobokan Jerinx didampingi oleh kuasa hukumnya, I Wayan Gendo Suardana. Kehadiran penasihat hukum untuk memastikan proses administrasi pemindahan Jerinx dari Rutan Salemba ke Lapas Kerobokan yang diurus oleh Jaksa Penuntut Umum, Gede Eka Hariana.

Terkait dengan pemindahan ini, Gendo menjelaskan, bermula kala kuasa hukum bersurat ke Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat, 1 Maret 2022. Memohon agar pelaksanaan putusan pengadilan tersebut dapat dilakukan dengan menempatkan Jerinx di Lapas Kerobokan.

"Permohonan kami ditanggapi oleh Kepala kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, dan kemarin (Jumat, 1 April 2022), Jerinx sudah dipindahkan dari Jakarta ke Bali," jelas Gendo, Sabtu, 2 April 2022.

Baca juga: Huni Lapas Kerobokan, Jerinx Sementara Jalani Isolasi

Baca juga: 7 Arti Mimpi Memancing, Sebuah Pertanda Buruk? Perasaan Kecewa, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Baca juga: Penahanan Jerinx SID Dipindah ke Lapas Kerobokan Bali

Diungkap Gendo, ada beberapa alasan diajukannya permohonan pemindahan penahanan dari Jakarta ke Bali.

Diantaranya, jarak Jerinx menjalani hukumannya tidak terlalu jauh dengan lokasi ibunya tinggal.

Ini karena kondisi sang ibu sudah tua, sakit-sakitan dan Jerinx lah selama ini merawat ibunya saat di Bali.

Terlebih di tengah kondisi pandemi saat ini sehingga apabila Jerinx menjalani hukuman di Bali, maka Ibunya dapat mengunjunginya dengan mudah dan tidak memerlukan biaya yang besar.

"Itulah yang menjadi alasan Jerinx agar dapat menjalani masa hukumannya di Lapas Kerobokan," tegas Gendo.

Bicara mengenai masa pidana, Jerinx tinggal menjalani lebih kurang menjalani masa pidana selama delapan bulan di Lapas Kerobokan. Itu pun jika tidak mengajukan asimilasi atau cuti bersyarat. Seandainya mengajukan asimilasi atau cuti bersyarat, maka Jerinx tinggal menjalani masa tahanan selama tiga atau empat bulan.

"Jika mengajukan dan mendapatkan cuti bersyarat, kira-kira Jerinx bebas sekitar bulan Juli atau Agustus 2022," terang Gendo.

Lebih lanjut, terkait pengajuan asimilasi atau cuti bersyarat, tim hukum masih berkoordinasi dengan Jerinx. Apakah kliennya akan menggunakan hak tersebut atau tidak. Sedangkan terkait dengan denda Rp 25 Juta sudah dibayar oleh Jerinx melalui Tim Advokat Gendo Law Office Jakarta.

"Denda sudah dibayar tuntas di Kejari Jakarta Pusat, sehingga Jerinx saat ini tinggal menjalani masa penahanan pidana pokoknya saja. Semua sudah selesai diurus oleh Gendo Law Office Jakarta," ucapnya. CAN

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Denpasar
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved