Serba Serbi

Hyang Pasupati dan Kaitannya dengan Tumpek Landep

Bantennya berupa tumpeng putih dan kuning satu dulang. Dengan daging ayam, ikan asin, terasi warna merah, sedah woh 25 biji

Tribun Bali/Rizal Fanany
Pande Putu Yuga Wardiana saat melakukan prosesi odalan Tumpek Landep di Pande Keris Urip Wesi Tapa Karya di Gang Pacar, Jalan Ratna, Denpasar, Sabtu 11 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada Sabtu, tanggal 9 April 2022, adalah hari Tumpek Landep.

Pada hari Tumpek Landep adalah hari pujawali Bhatara Siwa, serta hari payogan Hyang Pasupati.

Untuk upakara atau banten, yang dipersembahkan kehadapan Bhatara Siwa.

Bantennya berupa tumpeng putih dan kuning satu dulang. Dengan daging ayam, ikan asin, terasi warna merah, sedah woh 25 biji.

Baca juga: Arti Penting Yadnya di Dalam Kepercayaan Hindu Bali, Berikut Penjelasannya

Kemudian banten yang dipersembahkan ke hadapan Hyang Pasupati, adalah sasayut pasupati satu, sasayut jayeng perang satu, suci, daksina, peras, canang wangi, pasucian.

Pemujaan dilaksanakan melalui senjata dan barang-barang yang serba lancip.

Dalam lontar Sundarigama, disebutkan makna upacara Tumpek Landep, adalah memohon kehadapan Hyang Pasupati agar berkenan menganugerahkan ketajaman pikiran.

Serta ketangguhan dalam menghadapi perjuangan hidup.

Tumpek dalam Hindu, khususnya di Bali adalah sebagai hari untuk mengingatkan agar umat manusia tidak melupakan dan tidak menjauh dari Hyang Maha Wisesa atau Tuhan.

Sebab segala yang ada di dunia ini, adalah ciptaan Tuhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved