Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Arti Penting Yadnya di Dalam Kepercayaan Hindu Bali, Berikut Penjelasannya

setiap perbuatan yang berdasarkan Dharma dan dilakukan dengan tulus ikhlas maka bisa disebut dengan yadnya atau yajna

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Banten upakara Manusa Yadnya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Yadnya atau yajna, adalah salah satu kata yang berasal dari bahasa Sansekerta. Berasal dari urat kata 'Yad' yang artinya memuja atau persembahan.

Kemudian di dalam Bhagavadgita (Bhagawadgita), yadnya berarti suatu perbuatan yang dilakukan penuh keikhlasan. Serta kesadaran untuk melakukan persembahan kepada Tuhan.

Yadnya kemudian dilandasi oleh beberapa unsur, seperti adanya unsur perbuatan, keikhlasan, kesadaran, hingga persembahan atau karya, serta budi dan bhakti.

Oleh sebab itu, setiap perbuatan yang berdasarkan Dharma dan dilakukan dengan tulus ikhlas maka bisa disebut dengan yadnya atau yajna.

Baca juga: Kajeng Kliwon Menurut Hindu Bali, Ini Persembahan yang Dihaturkan Agar Tak Diganggu Bhuta Kala

Kemudian di dalam Bhagawadgita III, 9 disebutkan bahwa setiap melakukan pekerjaan hendaknya dilakukan sebagai yadnya dan untuk yadnya.

Yadnya mendidik manusia untuk mendekatkan diri pada alam lingkungan, sebagai kepercayaan bahwa adanya alam sekala (nyata/fisika) dan alam niskala (metafisika).

Dalam setiap ajaran Hindu, khususnya di Nusantara dan Bali. Yadnya sangat penting dilakukan, karena berkaitan dengan tiga hutang atau Tri Rna.

Pertama adalah Dewa Rna, yaitu hutang hidup kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, atau Tuhan Yang Maha Esa, sebagai maha pencipta dan maha kuasa.

Banyak dalam literatur Hindu disebutkan bahwa, Tuhan beryadnya dengan menciptakan alam semesta beserta isinya.

Untuk itulah semua makhluk hadir, dengan memiliki fungsi dan maksudnya masing-masing. Sehingga diajarkan agar saling menjaga. Hal itu tertera dalam ajaran Tri Hita Karana.

Kemudian ada Rsi Rna, atau hutang suci kepada para rsi, orang suci, wiku, atau sulinggih. Serta Pitra Rna, yaitu hutang jasa kepada para leluhur yang telah melahirkan, membesarkan dengan penuh kasih sayang serta kerja keras.

Tak hanya itu, semua hal yang berdasarkan Dharma dan dilakukan dengan tulus ikhlas maka disebut yadnya.

Seperti belajar-mengajar dengan tulus, maka disebut yadnya. Memelihara alam lingkungan, juga disebut dengan yadna. Mengendalikan hawa nafsu dan Panca Indria pun disebut dengan yadnya. Termasuk menolong orang susah, sakit dan sebagainya juga disebut yadnya.

Sehingga perlu diketahui bahwa keagungan yadnya, dalam bentuk persembahan bukan diukur dari besar dan megahnya sebuah bentuk upacara.

Baca juga: Sekda Badung Hadiri Upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Jempeng

Namun yang paling penting, adalah dari kesucian dan ketulusan orang-orang yang terlibat melakukan yadnya itu sendiri.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved