Berita Denpasar

Pemberdayaan Petani, Pertamina Olah Lahan Pertanian Kota Denpasar Jadi Kawasan Edukasi Pertanian

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengembangkan wisata konservasi alam melalui program pemberdayaan petani.

Istimewa
Kembangkan Wisata Konservasi Alam, Pertamina Jalankan Program CSR Wisata Edukasi Pertanian di Desa Adat Peguyangan - Pertamina Olah Lahan Pertanian Kota Denpasar Jadi Kawasan Edukasi Pertanian 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Untuk mengolah lahan persawahan di Kota Denpasar, Bali, menjadi kawasan edukasi pertanian, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengembangkan wisata konservasi alam melalui program pemberdayaan petani.

Wisata edukasi pertanian di Kota Denpasar ini tepatnya dilakukan di Desa Adat Peguyangan.

Program yang sudah memasuki tahun ketiga tahun 2022 ini berfokus pada upaya pengelolaan lahan persawahan menjadi kawasan wisata edukasi pertanian.

Wisata edukasi ini ditujukan agar masyarakat petani dapat memiliki peningkatan pendapatan serta meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan sistem pertanian organik yang terintegrasi.

Baca juga: Pertamina Olah Lahan Pertanian Kota Denpasar Jadi Kawasan Edukasi Pertanian

Dalam program wisata edukasi pertanian ini, Pertamina fokus kepada program integrated farming system dan wisata edukasi agrikultur yang berintegrasi dengan program konservasi jalak Bali dengan kelompok Uma Palak Lestari sebagai sasaran program.

Pada program integrated farming system berdasar dari permasalahan dimana petani memiliki permasalahan ekonomi dikarenakan tidak dapat mengendalikan harga pasar dan gagal panen.

Melalui program ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan pemanfaatan lahan petani melalui beberapa kegiatan budidaya yang saling terkait satu sama lainnya, yakni melalui program pemanfaatan limbah organik dalam budidaya magot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan burung dalam konservasi jalak Bali karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Pertanian organik yang diberikan pupuk dari sisa limbah magot dapat menghasilkan sayur dan buah organik.

Sayur dan buah organik ini kemudian dapat dijual secara langsung oleh masyarakat kepada pengunjung wisata.

Sedangkan tanaman bunga yang diberikan pupuk selain dapat memperindah lokasi konservasi juga dapat menghasilkan nektar yang dimanfaatkan lebah madu untuk membuat madu.

Selanjutnya untuk program wisata edukasi agrikultur, Pertamina melaksanakan kombinasi program ini bersama konservasi jalak dan integrated farming system dengan tujuan untuk mencegah terjadinya peralihan dan penyempitan lahan hijau.

Setelah ditetapkannya kawasan pertanian di Desa Adat Peguyangan sebagai green area dapat mencegah pemilik lahan untuk melakukan peralihfungsian lahan yang kemudian mendatangkan pasar kepada petani dan sebagai edukasi, di mana wisatawan diberikan edukasi terkait pertanian serta pentingnya keberadaan lahan hijau.

Area Manager Comm., Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani menjelaskan, program CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di Denpasar ini sejalan dengan penerapan Environment, Social & Governance (ESG) dan Sustainability Development Goals (SDGs).

Pertamina selalu berupaya seimbang dalam menjalankan bisnis perusahaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved