Berita Bangli
Dua Oknum Tak Dikenal Datangi Sekolah di Tembuku, Bagi-Bagi Jajanan Hingga Gelang
Beredarnya informasi mengenai orang tak dikenal yang mendatangi sejumlah sekolah dan membagikan jajanan di Kabupaten Gianyar
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Beredarnya informasi mengenai orang tak dikenal yang mendatangi sejumlah sekolah dan membagikan jajanan di Kabupaten Gianyar, membuat para orang tua siswa di Bangli ikut resah.
Terlebih berdasarkan informasi yang beredar, oknum tersebut diduga terindikasi penculikan anak.
Celakanya, oknum tak dikenal itu sempat mendatangi beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Tembuku, Bangli.
Kapolsek Tembuku, AKP I Putu Ardana saat dikonfirmasi Rabu (6/4) mengaku telah menindaklanjuti hal ini dengan melakukan penyelidikan langsung di sejumlah sekolah itu.
Baca juga: Dewan Bangli Dukung Penyeleggaraan Pameran Nasional Anjing Kintamani
Baca juga: PERTAMINA Resmi Larang SPBU untuk Melayani Pembelian Pertalite dengan Jeriken
Diantaranya SDN 4 Tembuku dan SMPN 1 Tembuku.
Dikatakan, saat mengunjungi SDN 4 Tembuku, pihaknya hanya bertemu dengan para guru.
Sedangkan para siswa sudah dipulangkan karena jam pelajaran telah berakhir.
"Kami menemukan barang berupa bingkisan yang didalamnya berisi susu, kue kering, dan gelang. Karena khawatir, para guru tidak membagikan bingkisan itu pada siswa," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dapatkan, oknum itu berjumlah dua orang.
Melalui media sosial, pihak sekolah juga sudah mengetahui informasi terkait keresahan sekolah di wilayah Gianyar dan Bangli akan kedatangan oknum yang tak jelas identitasnya tersebut sejak Selasa (5/4).
Hanya saja, AKP Ardana mengaku belum bisa memastikan apa motif oknum tersebut mendatangi sekolah dan membangikan jajanan pada para siswa.
"Kami masih terus melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Sebab tidak dipungkiri hal ini membuat masyarakat resah. Dari keterangan para guru, mereka mengaku datang ke sekolah untuk memberikan motivasi kepada siswa sambil membawa bingkisan. Namun saat ditanya nama dan identitas, jawabannya tidak jelas," bebernya.
Karena ketidakjelasan ini pula, imbuh AKP Ardana, kecurigaan para guru pun kian besar.
Alhasil bingkisan itu disimpan, karena khawatir akan terjadi hal buruk apabila dikonsumsi anak didik.
"Sementara ini untuk wilayah Tembuku belum sampai ada anak yang mengkonsumsi makanan tersebut. Tapi kami masih terus melakukan pemantauan," tegasnya.
AKP Ardana menambahkan, seluruh barang itu sudah diamankan di Polsek Tembuku.
Pihaknya akan melakukan uji lab guna mengetahui apa saja kandungan makanan yang dibagikan.
"Kami juga mengimbau pada para guru dan kepala sekolah, agar lebih hati-hati dan kalau ada kecurigaan akan orang asing yang datang, supaya segera melapor ke Polsek terdekat supaya lebih cepat melakukan tindakan pencegahan," ucapnya.
Terpisah, Kepala SMPN 1 Tembuku, I Putu Eka Pradnyana menyampaikan sekolah yang dipimpinnya sempat didatangi dua orang asing, yakni perempuan dan laki-laki.
Keduanya datang pada hari Selasa (5/4) dan Rabu (6/4).
"Awalnya mereka datang hari Selasa. Kebetulan saat itu saya sedang rapat di luar. Tapi mereka datang lagi pada hari Rabu pagi," ungkapnya.
Dua orang itu datang ke sekolah untuk memberi bantuan snack dan gelang.
Hanya saja saat ditanya identitas dan sumber bantuan, keduanya tidak memberi keterangan jelas.
"Mereka mengaku dari sebuah yayasan di Jakarta. Karena tidak jelas sumbernya, akhirnya tyang tolak," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, Komang Pariarta mengaku belum menerima adanya laporan terkait keberadaan oknum asing yang mendatangi sejumlah sekolah.
Walau demikian, pihaknya mengingatkan agar sekolah tetap waspada dan meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah.
"Kami harapkan, pihak sekolah tetap meningjatkan pengawasan dan lebih hati-hati, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan," ucapnya.
(*)