Marshel Widianto Mengaku Hanya Sekali Nonton Video Syur Dea OnlyFans, Lalu Dihapus, Benarkah?
Marshel mengaku hanya sekali mengakses Google Drive berisi 79 video syur yang ia beli Rp 1,5 juta dari Dea OnlyFans. Benarkah?
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Komika Marshel Widianto santai menghadiri pemeriksaan kasus pornografi Dea OnlyFans di Polda Metro Jaya.
Usai diperiksa, Marshel memberikan penjelasan kepada awak media dengan gaya komedinya.
Marshel mengaku hanya sekali mengakses Google Drive berisi 79 video syur yang ia beli dari Dea OnlyFans.
Dalam Google Drive tersebut menurut Marshel, hanya bisa diakses oleh dirinya karena memerlukan kata sandi tersendiri.
"Gue dikasih Google Drive setelahnya gue masuk ke Google Drive pakai password setelah itu baru gue hapus," kata Marshel
Usai berhasil masuk, Marshel mengaku hanya menyaksikan video syur Dea sekali lalu menghapusnya.
Kemudian, Marshel Widianto mengaku dirinya tak dapat mengakses kembali Google Drive yang diberikan oleh Dea OnlyFans.
"Setelah itu baru gue apus. Nah setelah itu baru gue nggak bisa masuk, password itu enggak ada lagi. Jadi sekali aja waktu itu (nontonnya)," jelas Marshel.
Lebih lanjut, Marshel membeli kumpulan video tersebut seharga Rp 1,5 juta.
"Belinya waktu itu Rp 1,4 juta apa Rp 1,5 juta satu Google Drive," tuturnya.
Diakui pria asal Tanjung Priuk, Jakarta Utara itu, dirinya tidak terpikirkan untuk mengunduh video syur tersebut.
"Tidak (disimpan), karena memang Google Drive. Ketika kita masuk harus pakai password," kata Marshel.
Alasan Membeli Video Syur karena Iba Pada Dea Onlyfans
Kendati demikian, tujuannya membeli 76 video dan gambar tanpa busana Dea OnlyFans itu semata-mata hanya untuk membantu perekonomian pemilik nama asli Gusti Ayu Dewanti itu.
"Jadi teman-teman-teman mohon maaf atas kegaduhan ini, perilaku gw memang tidak bisa dibenarkan tapi yang gw lakukan hanya untuk menolong sih sebanarnya dan rasa iba," pungkas Marshel Widianto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/marshel-widianto-dan-dea-onlyfans1.jpg)