Ramadhan

Pesantren Ramadhan di Masjid Miftahul Mubin Bedugul Bali, Belajar Kilat Selama Ramadhan

Pesantren Ramadhan di Masjid Miftahul Mubin Bedugul Bali, Belajar Kilat Selama RamadhanPesantren Ramadhan di Masjid Miftahul Mubin Bedugul Bali, Belaj

Tribun Bali / Arini Valentya Chusni
Pesantren Ramadhan, kegiatan selama Ramadhan di Masjid Miftahul Mubin Bedugul, Bali 

TRIBUN-BALI.COM - Kegiatan Ramadhan di beberapa masjid memang menarik untuk diikuti.

Salah satunya, yakni di Masjid Miftahul Mubin yang berlokasi di Jalan Kebun Raya No.7, Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali.

Selain kegiatan rutin Ramadhan seperti Tadarus Qur'an, buka puasa bersama, sholat tarawih, dan sholat witir berjamaah, di Masjid Miftahul Mubin sedang berlangsung Pesantren Ramadhan.

Ali Akbar selaku pengurus Masjid Miftahul Mubin mengatakan Pesantren Ramadhan akan berlangsung dari 10-15 hari kedepan.

"Sudah terhitung mulai senin lalu, ini merupakan kegiatan ramadhan yang ada di Masjid Miftahul Mubin yang diikuti beberapa anak-anak sekitar maupun santri," terang Ali Akbar pada Tribun Bali, Senin (11/04/2022).

Tujuannya selain menumbuhkan literasi membaca dan mengaji Al-Quran, pihak masjid juga ingin mengumpulkan santri dari beberapa TPQ untuk dijadikan satu di masjid Miftahul Mubin.

Kegiatan ini berlangsung dari ba'da atau setelah sholat Ashar, kemudian dengan durasi hingga 60-90 menit sebelum buka puasa bersama.

Baca juga: POLISI TANGKAP Pelaku Pengeroyokan ADE ARMANDO, Dipastikan Akan Diproses Hukum

Baca juga: Antisipasi Kesulitan Air Bersih di Musim Kemarau, BPBD Karangasem Siapkan Pasokan

Baca juga: Menko Airlangga: Ekonomi Digital di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Di tengah pariwisata Bali yakni Bedugul, terdapat sebuah masjid yang bisa Tribunners kunjungi jika sedang melewati atau berkunjung di Bedugul.

"Jadi kita ada kegiatan sama seperti masjid lainnya, seperti sholat berjamaah dilanjutkan dengan baca Qur'an, setiap harinya juga kami dari pihak masjid menyediakan menu buka puasa bagi warga mapun musafir.

Pesantren Ramadhan dibagi menjadi 3 kelas dimana 1 kelas bisa diikuti sekitar 20 santri dan santriwati.

Guru yang mengajar di Pesantren Ramadhan pun diisi oleh warga lokal yakni pemuda maupun pemudi yang pulang dari pondok pesantren, dimana mereka ikhlas untuk membagi ilmunya di Pesantren Ramadhan.(*)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved