Berita Denpasar
Stakeholder Pariwisata Bali Keberatan Dengan Adanya Kenaikan Visa On Arrival
Stakeholder Pariwisata Bali Keberatan Dengan Adanya Kenaikan Visa On ArrivalStakeholder Pariwisata Bali Keberatan Dengan Adanya Kenaikan Visa On Arriv
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah pelaku maupun stakeholeder pariwisata menolak rencana naiknya tarif visa on arrival (VoA) yang rencananya sampai tiga kali lipat.
Tarif tersebut sebelumnya sejumlah Rp. 500 ribu akan naik menjadi Rp. 1,5 juta. Hal tersebut karena, pariwisata Bali yang terlihat baru saja menggeliat, dengan kenaikan tarif itu tentu dinilai akan memberatkan wisatawan yang datang ke Bali.
Hal tersebut membuat Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyampaikan pendapatnya. Pihaknya bersama sejumlah stakeholder terkait, sangat keberatan dengan hal itu. Pasalnya kata dia, sejak VoA diberlakukan 7 Maret 2022, kunjungan wisman ke Bali mulai merangkak naik. Bahkan dalam tiga hari terakhir, angka kedatangan sudah mencapai 2.500 wisman per hari.
Pria yang disapa Gus Agung ini mengingatkan, jangan sampai rencana kenaikan VoA menjadi isu yang tidak bagus di tengah upaya pemulihan pariwisata Bali. Apalagi sudah dua tahun perekonomian Bali terpuruk akibat dampak pandemi.
"Kita dan 10 stakeholder keberatan dengan rencana kenaikan VoA tiga kali lipat ini," ungkapnya pada, Jumat 15 April 2022.
Baca juga: Qantas Airlines Kembali Operasikan Rute Melbourne-Denpasar, Terbang Reguler Tiga Kali Seminggu
Baca juga: KOREA MASTER 2022: Wakil Terakhir Indonesia Bagas/Fikri Terhenti di Perempat Final Kalah dari Jepang
Baca juga: Bingung Bikin Menu Sahur? Ini 5 Resep Nasi Goreng Enak dan Praktis Buat Menu Sahur
Saat ini, tarif VoA khusus wisata yakni Rp. 500 ribu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019. Izin tinggal khusus bagi turis pemegang VoA berlaku selama 30 hari dan bisa diperpanjang satu kali. Dia meminta Direktur Utama Holding BUMN Pariwisata In Journey Dony Oskaria yang hadir dalam diskusi membantu keberatan ini kepada kementerian terkait.
"Saya minta Pak Dony membantu menyampaikan ini dalam forum resmi," tambahnya.
Terkait hal itu, Direktur Utama Holding BUMN Pariwisata In Journey Dony Oskaria menyatakan akan coba supaya rencana kenaikan VoA dibatalkan. Bahkan kata dia, menteri secara langsung merespon. Sementara, terkait upaya pemulihan pariwisata, dalam rangka menarik minat airlines untuk membuka atau menambah rute penerbangan internasional ke Bali, PT Angkasa Pura I telah memberikan discount landing fee kepada airlines. Hal ini untuk memicu pertumbuhan trafik penumpang dalam rangka pemulihan pariwisata ke Bali.
"Kami berharap para pelaku pariwisata lainnya turut serta memberikan promo ataupun product bundling yang dapat menarik minat wisatawan," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/maskapai-qantas-airlines-rute-melbourne-denpasar-pp-kembali.jpg)