Superball
RALF RANGNICK Disebut Gagal Latih Manchester United: Saya Tidak Menyesal
Pelatih waktu sela Manchester United, Ralf Rangnick, mengatakan bahwa tidak menyesal melatih Cristiano Ronaldo cs meski dicap sebagai pelatih gagal.
TRIBUN-BALI.COM - Pelatih waktu sela Manchester United, Ralf Rangnick, mengatakan bahwa tidak menyesal melatih Cristiano Ronaldo cs meski dicap sebagai pelatih gagal.
Ralf Rangnick mengungkapkan hal tersebut dalam sesi konferensi pers jelang laga Manchester United versus Norwich City pada pekan ke-33 Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu 16 April 2022 pukul 21.00 WIB.
Seperti diketahui, Ralf Rangnick ditunjuk Manchester United menjadi pelatih interim untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Ole Gunnar Solskjaer.
Ralf Rangnick dikontrak sebagai pelatih sementara Man United hingga akhir musim 2021-2022.
Setelah masa jabatannya selesai, juru taktik asal Jerman ini akan melanjutkan peran sebagai konsultan di The Red Devils untuk dua tahun ke depan.
Baca juga: TERKINI SUBANG: Caddy Golf Dampingi Yosef Muncul, Jadi Alasan Bantah Rekaman CCTV? Akan Terungkap?
Baca juga: Zelensky Peringatkan Dunia, Kemungkinan Putin Akan Gunakan Senjata Nuklir di Invasi Rusia ke Ukraina
Baca juga: Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi Selama Berpuasa, Simak Tipsnya Berikut Ini
Namun, sejak Ralf Rangnick mengambil alih Man United pada November 2021, belum ada perubahan signifikan yang ditunjukan.
Bahkan, di bulan kelima dirinya melatih Man United, Cristiano Ronaldo cs justru mengalami penurunan dengan gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan.
Baca Juga: Jadwal Piala FA - Man City dan Liverpool Kembali Bentrok, Chelsea Main Besok
Rinciannya, Man United imbang 1-1 melawan Leicester City dan kalah 0-1 dari Everton di Liga Inggris.
Hal tersebut membuat Rangnick mulai dicap gagal oleh sejumlah pihak.
"Tidak. Tidak ada penyesalan apapun. Saya akan melakukannya lagi dan lagi," kata Rangnick seperti dikutip BolaSport.com dari Goal Internasional.
"Saya sama sekali tidak menyesali itu."
"Sebagai seorang manajer, Anda selalu harus bertanya dan bertanya pada diri sendiri apa yang bisa Anda lakukan dengan lebih baik, jika saya bisa bermain dengan formasi berbeda di pertandingan tertentu, jika pergantian pemain bisa dilakukan lebih awal."
"Inilah yang selalu terjadi, kami selalu bertanya pada diri sendiri apa yang bisa kami lakukan dengan lebih baik."
Baca Juga: Kemenangan atas Genoa Jadi Bukti AC Milan Bisa Atasi Tekanan Inter Milan