Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Peringati Hari Bumi, Diageo Indonesia Sumbang Terazo Untuk Desa Nyambu

Peringati Hari Bumi, Diageo Indonesia Sumbang Terazo Untuk Desa NyambuPeringati Hari Bumi, Diageo Indonesia Sumbang Terazo Untuk Desa NyambuPering

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Jabat tangan ketiga pihak, Diageo Indonesia, Desa Nyambu, dan Kopernik sebagai wujud komitmen untuk mengembangkan terazo sebagai produk ramah lingkungan dan komitmen menjaga kelestarian bumi dengan pengolahan sampah menjadi barang bermanfaat 

TRIBUN-BALI, DENPASAR - Diageo Indonesia menyumbangkan produk terazo kepada Desa Nyambu, Tabanan, Bali dalam rangka memperingati Hari Bumi 2022.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 22 April 2022 bertempat di Kantor Perbekel Desa Nyambu.

Adapun tajuk yang diangkat dalam Hari Bumi 2022 ini adalah "Bersama Untuk Bumi".

Dalam kesempatan ini, acara dihadiri oleh jajaran Diageo Indonesia, jajaran pemerintahan Desa Nyambu, Kopernik, dan awak media.

Dendy Borman selaku Direktur Corporate Affairs Diageo Indonesia dalam sambutannya mengatakan penyerahan terazo ini merupakan bentuk komitmen pihaknya untuk membangun lingkungan yang lebih hijau.

"Ini merupakan inisiatif dan komitmen kami untuk membangun Desa Nyambu menjadi lebih hijau dan bisa menjadi Desa Ekowisata.

Saat ini juga, Desa Nyambu telah masuk dalam 10 desa wisata dunia. Ini merupakan salah satu capaian dan kebanggan bagi kami," ujar Dendy Borman.

Baca juga: Diduga Akan Banyak Masyarakat Mudik Lebih Awal, Terminal Catat Sehari Ada 420 Keberangkatan

Baca juga: Presiden Jokowi: Mulai 28 April 2022 Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Dilarang

Baca juga: Bekerja Nempel Sabu di Seputaran Denpasar, Merio Terancam 20 Tahun Penjara

Bekerja sama dengan Kopernik, Diageo Indonesia kemudian membuat produk terazo yang ramah lingkungan.

Melalui sambutannya, Dendy menjelaskan, terazo yang dihasilkan merupakan produk berbahan dasar sampah botol bekas.

Setelah melalui beberapa tahap, sampah ini kemudian berubah menjadi terazo dalam bentuk wastafel dan meja.

Sebanyak enam wastafel dan dua coffee table telah dihasilkan dari total 270 kg sampah botol bekas.

Untuk mempermudah produksinya, Diageo Indonesia dan Kopernik juga menjalin relasi dengan berbagai pihak.

Mereka diantaranya seperti hotel, restoran, dan bar yang merupakan tempat penghasil limbah.

Program kerja sama dengan Desa Nyambu sendiri telah dijalin sejak tahun 2015.

Saat itu, Diageo berinisiatif untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Desa Nyambu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved