Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Viral Video Bule Kapok Datang ke Pantai Kuta, Puspa Negara Angkat Bicara

Viral Video Bule Kapok Datang Ke Pantai Kuta, Puspa Negara Angkat BicaraViral Video Bule Kapok Datang Ke Pantai Kuta, Puspa Negara Angkat BicaraVi

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi suasana Pantai Kuta, Badung, Rabu 8 September 2021 - Berdebar Setiap Senin Menanti Jokowi, Insan Pariwisata di Bali Berharap PPKM Segera Turun Level. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali, Puspa Negara angkat bicara terkait video keluhan wisatawan mancanegara (Wisman) yang banyak dikerubungi pedagang asongan di Pantai Kuta.

Dalam video singkat tersebut wisman yang berjenis kelamin perempuan tersebut mengatakan pedagang asongan di Pantai Kuta tersebut terlalu menyebalkan dan ia tidak akan kembali ke Pantai Kuta bahkan ke Bali sekalipun.

Puspa Negara yang juga bagian dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat diwilayah Kelurahan Legian, angkat bicara mengenai hal tersebut.

"Kita melihat hal yang viral karena situasi pandemi Covid-19 yang lama kemudian berita ini menjadi massiv menyebar dimana-mana dan kejadian seperti ini sebelum pandemi sering terjadi. Hanya saja kita upayakan untuk melakukan antisipasi dari persepektif kita di masyarakat," ungkapnya pada, Jumat 22 April 2022.

Menurutnya keamanan dan kenyamanan wisatawan adalah tanggung jawab Masyarakat, dan sisanya memiliki tanggung jawab partisipatif.

Kondisi yang viral ini tentu menjadi kondisi yang menyakitkan menurutnya didestinasi pariwisata.

Hal tersebut karena ditengah Bali sedang menyambut pembukaan kembali pariwisata secara internasional. Dan memang wisatawan sudah mulai berdatangan kembali meskipun belum dalam jumlah yang begitu banyak.

Baca juga: CERDAS! 4 Weton yang Raih Prestasi dan Miliki Banyak Bakat, Senin Wage Memiliki Otak Jenius 

Baca juga: CERITA LENGKAP Korban Dihabisi Dihadapan Anak Balita Korban, Istri Korban Sedang Mengandung

Baca juga: 4 Arti Mimpi Kelabang, Sebuah Pertanda Kamu Kurang Percaya Diri dengan Diri Sendiri

"Meskipun demikian Bali sudah bertumbuh kita apresiasi pada pemerintah yang sudah berjuang untuk membuka border internasional. Meskipun diawal border internasional dibuka tanggal 14 wisman belum datang kemudian tiba-tiba ditanggal 3 February Garuda dari Narita Tokyo mendarat di Denpasar Ngurah Rai membawa wisatawan dan mulai babak baru pariwisata kita di Bali," imbuhnya.

Sampai saat ini terlihat sudah cukup banyak wisatawan Australia mulai masuk ke Bali dengan beberapa airline internasional seperti J Star dan maskapai lainnya. Oleh karena itu tentu hal tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk semua pihak terutama masyarakat didestinasi seperti Legian.

"Karena daerah Legian ini mau tidak mau suka tidak suka wisman Australia bukan hanya menjadikan daerah kita second home namun dia sudah menempatkan destinasi legian ini sebagai family juga. Jadi mereka datang kesini sudah seperti bertemu dengan keluarga mereka," paparnya.

Ia juga sering melihat di sosial medianya terdapat beberapa calon wisatawan yang sangat sering melakukan komunikasi melalui media sosial menanyakan kondisi di Bali seperti apa dan mereka sudah 'kebelet' untuk datang ke Bali.

Puspa juga mengatakan, jika dilihat kasus ini salah satu wisatawan Australia tersebut tidak mau datang ke Bali lagi dan sangat menyayangkan kondisi mereka yang seperti dikerubungi oleh penjual tisu dan jasa pelinting rambut dan diperebutkan hingga harganya membengkak tentunya ini menjadi menarik untuk membuat evaluasi terdalam didaerah destinasi.

"Tadi saya sudah berkoordinasi dengan Bali Tourism Board (BTB) dan juga ketua PHRI Badung untuk mengambil langkah-langkah strategis dari perspektif kita dimasyarakat kita mendorong pihak PHRI dalam hal ini sebagai lembaga hotel dan restoran di kabupaten Badung untuk mengumpulkan para stakeholder," terangnya.

Pihaknya telah mengambil langkah-langkah strategis karena Legian merupakan destinasi wisata maka, menurutnya penting untuk menciptakan kenyamanan bagi para wisatawan secara menyeluruh. Dan mulai hari ini pun dan sebelumnya pihaknya mengklaim sudah melakukan langkah-langkah untuk menjaga kenyamanan destinasi.

"Dan ini pun kita tingkatkan intensitas nya ditengah pandemi Covid-19 dan kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pedagang di pantai dan artshop, dan pelaku pariwisata untuk menginformasikan kepada masyarakat melakukan efektivitas komunikasi melalui What's App group," urainya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved