Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Konflik Rusia vs Ukraina

Zelensky Peringatkan Bangsa Lain Jika Rusia Ingin Menguasai Negara Lain Sesudah Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan invasi Rusia ke negaranya hanyalah permulaan dimana pihak Moskow memiliki rencana ini menguasai neg

Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Irma Budiarti
RONALDO SCHEMIDT / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberi isyarat saat dia menghadiri konferensi pers dengan kanselir Austria di Kyiv, pada 9 April 2022. 

TRIBUN-BALI.COM – Zelensky Peringatkan Bangsa Lain Jika Rusia Ingin Menguasai Negara Lain Sesudah Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan invasi Rusia ke negaranya hanyalah permulaan dimana pihak Moskow memiliki rencana ini menguasai negara lain.

Hal tersebut pun dikatakan Zelensky setelah seorang jenderal Rusia mengatakan ingin mengontrol penuh Ukraina Selatan.

"Semua bangsa yang, seperti kita, percaya pada kemenangan hidup atas kematian harus berjuang bersama kita. Mereka harus membantu kita, karena kita adalah barisan pertama. Dan siapa yang akan datang selanjutnya?,” ujar Zelensky dalam pidatonya pada Jumat 22 April 2022 malam dikutip Tribun-Bali.com dari Channel News Asia pada Sabtu 23 April 2022.

Dikutip dari Kantor Berita Rusia, Wakil Komandan Distrik Militer Pusat Rusia, Rustam Minnekayev mengatakan, jika Kremlin mampu mengontrol penuh Ukraina Selatan, makan pihaknya mendapatkan akses ke Transnistria, bagian Moldova yang diduduki Rusia di barat.

Baca juga: Rudal Ukraina Ledakan Kapal Induk Rusia, Tenggelam ke Dasar Laut Hitam, 1 Tewas 27 Prajurit Hilang

Hal ini akan memotong seluruh garis pantai Ukraina dan membuat militer Rusia masuk dengan mudah melewati kota-kota pesisir utama Ukraina, Mykolaiv dan Odesa.

Pernyataan ini merupakan salah satu hal yang paling rinci tentang ambisi Moskow di Ukraina.

Serta menunjukkan Rusia tidak berencana untuk menghentikan serangannya dalam waktu dekat.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan komentar Minnekayev pun menunjukkan jika Rusia tidak lagi menyembunyikan niatnya.

Menurut mereka Rusia mengakui bahwa tujuan dari 'fase kedua' perang bukanlah kemenangan atas mitos Nazi, tetapi hanya pendudukan Ukraina timur dan selatan. Imperialisme seperti apa adanya.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak berkomentar ketika ditanya apakah Rusia telah memperluas tujuan operasinya dan bagaimana Moskow melihat masa depan politik Ukraina selatan.

Sekutu Ukraina Kirimkan Bantuan Senjata

Saat Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal di Washington, Zelensky mengatakan sekutu akhirnya mengirimkan senjata yang diminta Kyiv.

Presiden Joe Biden mengatakan pada hari Kamis bahwa dia telah mengesahkan tambahan $ 800 juta dalam bantuan militer untuk Ukraina, termasuk artileri berat, amunisi dan drone.

Kanada mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya telah memberikan lebih banyak artileri berat ke Ukraina.

Baca juga: Joe Biden Tak Tinggal Diam, AS Kirim 121 Drone Hantu ke Ukraina Hadapi Fase Kedua Serangan Rusia

Seorang pejabat senior Uni Eropa mengatakan beberapa minggu ke depan kemungkinan akan menentukan bagi Ukraina.

"Kami kemungkinan akan melihat peningkatan yang sangat signifikan dalam intensitas serangan militer Rusia di timur (dan di) pantai," katanya kepada wartawan.

Militer Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah meningkatkan serangan di sepanjang garis depan di timur dan berusaha melakukan serangan di wilayah Kharkiv, di utara target utama mereka, Donbas.

Komando militer Ukraina di selatan dan timur mengatakan mereka telah menangkis 11 serangan Rusia, menewaskan hingga 130 tentara sementara menghancurkan 12 tank dan 27 kendaraan lapis baja lainnya, rincian yang tidak dapat dikonfirmasi secara independen oleh Reuters.

Kementerian pertahanan Rusia menyatakan pasukannya telah merebut gudang senjata besar di wilayah Kharkiv. Ia juga melaporkan mengenai lusinan target di wilayah Donetsk dan Kharkiv pada hari Jumat.

Ramzan Kadyrov, pemimpin wilayah Chechnya Rusia yang sering menggambarkan dirinya sebagai "prajurit kaki" Putin, menulis di akun Telegram resminya pada Jumat malam bahwa Chechnya mengerahkan ratusan sukarelawan tambahan untuk berperang bagi Rusia di Ukraina.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved