Wawancara Tokoh
Kelihan Desa Adat Tenganan I Putu Suarjana, Sisi Magis Kain Gringsing dan Pelestarian Alam
Kain gringsing memiliki nilai dan makna magis, yang tersohor hingga mancanegara.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Gering artinya sakit, sing itu tidak. Jadi secara harfiah dapat diartikan tidak sakit.
Namun ini filosofi harapan agar tidak sakit, bukan berarti dengan memakai kain gringsing malah menjadi tidak sakit.
Filosofi apa yang terkandung di dalam kain gringsing?
Kain gringsing terdiri dari tiga warna, pertama merah, putih atau kuning, dan warna hitam.
Kalau dikaitkan dengan manifestasi Tuhan, itu ada Brahma, Wisnu, dan Siwa.
Serta ada wujud air, api, dan angin.
Tatkala dalam diri sendiri mampu menyeimbangkan, ketiga unsur ini maka seseorang tentu saja akan sehat.
Kain gringsing adalah salah satu media pembelajaran, dan media introspeksi masyarakat kami untuk selalu ingat apa yang harus dilakukan.
Filosofi ini yang sangat luar biasa.
Lalu apa makna simbol di kain gringsing?
Kami memiliki 28 motif kain gringsing, salah satunya bernama lubeng sebagai konsep desa Tenganan.
Dari 900 Ha lebih wilayah kami, 8 persennya pemukiman sehingga di dalam motif lubeng ini ada pemukiman.
Nah konsep pemukiman kami di sini adalah benteng (Jagasatru).
Jadi kalau masuk ke desa Tenganan ada empat pintu masuk, lewat utara satu, lewat selatan satu, timur satu dan barat satu.
Ini bernama lawangan, sehingga masyarakat kami mudah memproteksi.