Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Konflik Rusia vs Ukraina

Kanselir Jerman: Sanksi Rusia akan Dicabut Jika Telah Berdamai dengan Ukraina: Keputusan Ada di Kyiv

Kanselir Jerman mengatakan sanksi yang dijatuhkan ke Rusia atas invasinya tidak akan dicabut sampai Moskow mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina

Tayang:
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
CHARLY TRIBALLEAU / AFP
Kanselir Jerman Olaf Scholz berbicara selama Dialog Bisnis Jerman-Jepang untuk menandai peringatan 60 tahun berdirinya Kamar Dagang dan Industri Jerman di Jepang, di Tokyo pada 28 April 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, BERLINKanselir Jerman, Olaf Scholz mengatakan sanksi yang dijatuhkan ke Rusia atas invasinya ke Ukraina tidak akan dicabut sampai Moskow mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina.

Ia pun menambahkan bahwa Ukraina lah yang menentukan persyaratan perdamaian tersebut.

Dalam wawancaranya yang disiarkan pada Senin 2 Mei 2022 di Televisi publik ZDF mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah salah perhitungan jika dia mengantisipasi dapat memiliki salah satu wilayah Ukraina.

Lebih lanjut, Scholz mengatakan jika Putin mengatakan mengakhiri permusuhan, dan melihat negara-negara Barat menjatuhkan sanksi. .

"Ia (Putin) tidak memikirkan seluruh operasi Ukrainanya," kata Scholz dikutip Tribun-Bali.com dari Channel News Asia pada Selasa 3 mei 2022.

"Putin tidak berpikir Ukraina akan menolak seperti itu. Ia tidak berpikir kita akan mendukung mereka (Ukraina) untuk bertahan begitu lama. Kami tidak akan menarik sanksi kecuali ia mencapai kesepakatan dengan Ukraina, dan ia akan menang,” sambugnya.

Lebih lanjut, Scholz mengatakan jika Jerman tidak akan menerima jika Rusia berhasil mendapatkan wilayah Krimea.

Menurutnya, hal tersebut akan melanggar hukum internasional.

"Itu adalah pelanggaran hukum internasional," katanya.

Baca juga: Zelensky Minta PBB Hentikan Pemindahan Paksa Warga Ukraina ke Rusia: Ratusan Orang Telah Diculik

Scholz menambahkan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk mengunjungi Kyiv setelah perjalanan yang direncanakan oleh Presiden Frank-Walter Steinmeier dibatalkan karena keberatan Ukraina.

Scholz menolak kritik bahwa dirinya pada awalnya terlalu ragu untuk mengirim senjata berat Ukraina, diikuti oleh kritik dari pasifis setelah Jerman pekan lalu mengumumkan pengiriman tank anti-pesawat "Gepard" ke Ukraina.

"Tidak ada gunanya melakukan sesuatu hanya karena seseorang berteriak atau tidak melakukan sesuatu karena seseorang berteriak," kata Scholz,

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melindungi negara dan menjaga perdamaian adalah tugasnya sebagai kanselir.

Scholz berada di bawah tekanan baik di dalam maupun di luar negeri untuk memasok Ukraina dengan senjata berat seperti tank dan howitzer dan mendukung embargo Uni Eropa segera atas impor energi Rusia untuk melucuti mata uang keras Putin yang membantunya membiayai perang.

Zelensky Puji Batyalyon Neo-Nazi

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved