Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Libur Panjang Lebaran di Bali, Penitipan Hewan Naik Hingga 200 Persen, Ada yang Ditinggal Mudik

Libur panjang Lebaran berdampak bagi usaha penitipan anjing dan kucing di Bali.

Tayang:
Supartika
Penitipan hewan di Bali Pet Care and Service yang berlokasi di Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar Bali - Libur Panjang Lebaran di Bali, Penitipan Hewan Naik Hingga 200 Persen, Ada yang Ditinggal Mudik 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Libur panjang Lebaran berdampak bagi usaha penitipan anjing dan kucing di Bali.

Penitipan hewan pada libur Lebaran kali ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Pemilik Bali Pet Care and Service, I Gusti Ngurah Jagat Anom Ksatria (20) mengatakan, kalau dibandingkan hari biasa, penitipan hewan meningkat hingga 200 persen.

Dari yang dulu hanya lima ekor kini sampai 20 ekor.

Baca juga: Kunjungan ke Desa Wisata di Bali Meningkat Signifikan Saat Libur Lebaran 2022

“Hari biasa kadang lima ekor, tapi sekarang bahkan mencapai 20 ekor,” kata Ngurah ditemui di kediamannya di Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Rabu 4 Mei 2022.

Ngurah memiliki kandang penitipan yang mampu menampung 15 anjing besar atau 30 anjing kecil.

Mereka yang menitipkan peliharaan karena ada yang ditinggal mudik, ada juga yang ditinggal berlibur.

“Untuk tarif anjing ukuran kecil Rp 50 ribu per hari, medium Rp 60 ribu, dan ukuran besar Rp 70 ribu. Ini sudah termasuk pakan, terkecuali untuk anjing yang masih tiga bulan baru saya anjurkan agar pemiliknya yang menyediakan pakan,” kata dia.

Mahasiswa yang sedang kuliah di kedokteran hewan ini mengungkapkan, untuk tarif penitipan kucing yakni sebesar Rp 50 ribu dari ukuran besar maupun kecil.

Namun untuk pakan kucing disiapkan oleh pemiliknya.

Kata dia, usahanya ini sudah dibangun 15 tahun oleh ayahnya.

Sebelumnya usaha penitipan hewan ini berada di kawasan Renon Denpasar, namun sejak 10 tahun lalu pindah ke Batubulan.

“Awal buka itu dari hobi orangtua saya, dan juga melihat banyak yang bepergian dan bingung menitipkan anjingnya. Tapi awalnya dulu suma pet shop dan perawatan hewan saja,” katanya.

Adapun kendala selama menggeluti usaha ini yakni harus mengetahui karakter hewan.

“Misalnya anjingnya galak, jadi harus bisa menyesuaikan diri. Selain itu, ada juga pemiliknya yang tidak kooperatif, mereka selalu bertanya seperti tidak percaya,” katanya.

Saat pandemi, ia pernah mengalami beberapa kejadian anjing yang ditinggal pemiliknya.

Awalnya mereka mengaku menitip namun tak kunjung diambil.

“Kami tetap rawat anjingnya sambil terus berusaha menghubungi pemiliknya,” katanya.

Rata-rata warga menitipkan anjing atau kucing di sini selama sepekan.

Namun ada juga yang menitipkan anjing hampir setahun karena pemiliknya kena lockdown di Malaysia.

Baca juga: Arus Balik Mudik Belum Terlihat Pada H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang di Terminal Mengwi Masih Sedikit

“Syarat untuk menitipkan anjing atau kucing di sini minimal sudah vaksin dan sehat, karena rentan ada virus yang bisa menular ke anjing lain,” katanya. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved