Berita Bali

Viral Video Bule Tanpa Busana di Tabanan, PHDI Bali: Harus Tahu Mana yang Boleh dan Tidak

KETUA PHDI Bali, Nyoman Kenak yang baru terpilih beberapa waktu lalu ini pun terkejut dengan adanya bule tanpa busana berfoto di Tabanan

Istimewa
Dua orang wisatawan asing asal Rusia mendatangi wisata Kayu Putih di Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu 4 Mei 2022 - Viral Video Bule Tanpa Busana di Tabanan, PHDI Bali: Harus Tahu Mana yang Boleh dan Tidak 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - KETUA PHDI Bali, Nyoman Kenak yang baru terpilih beberapa waktu lalu ini pun terkejut dengan adanya bule wanita yang berfoto bugil di sebuah pohon di Tabanan, Bali tersebut.

“Saya kaget saat sampai di kantor di Jalan Ratna ada pemberitahuan video tak senonoh yang dilakukan bule. Saya langsung menghubungi Ketua PHDI Tabanan dan beliau juga kaget,” kata Kenak, Rabu 4 Mei 2022.

Kenak menambahkan, PHDI Tabanan pun langsung turun tangan untuk memastikan hal tersebut.

“Tadi saya juga dapat informasi lanjutan dari Pak Tontra (Ketua PHDI Tabanan, I Wayan Tontra) bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan PHDI Kecamatan, termasuk bendesa setempat,” imbuhnya.

Baca juga: Viral Video Bule Tanpa Busana di Pohon, Kemenkumham Bali Datangi Tempat Tinggal WN Rusia di Tabanan

Pihaknya pun kini masih menelusuri kapan video tersebut dibuat.

Namun kejadian tersebut membuat leteh atau cemer atau kotor kawasan suci tersebut.

“Ini membuat cemer dan leteh, dan harus ada pembersihan secara sekala niskala. Nanti kami minta untuk membuatkan upacara pembersihan sejenis upacara guru piduka atau bendu piduka,” katanya.

Ia mengatakan antah itu disengaja ataupun tidak disengaja, upacara tersebut harus dilakukan.

Pihaknya pun mengaku itu juga merupakan kelalaian umat yang kurang melakukan kontrol.

“Ini juga merupakan kelalian kita sebagai umat. Berarti kurang kontrol sampai bisa ada bule yang nyeleneh,” katanya.

Menurutnya, budaya di Bali dengan di barat sangat berbeda jauh.

Sehingga saat bule atau wisatawan tersebut sampai di Bali mereka mendapat pemahaman mana yang boleh dan mana yang tidak.

“Nantinya mereka harus tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan terkait agama dan budaya Bali, agar tidak terulang kembali. Intinya bule atau siapa pun yang ada di Bali nanti harus tahu apa yang boleh dan apa yang tidak,” katanya.

Untuk selanjutnya pihaknya mengaku akan membawa hal ini ke dalam rapat pengurus harian untuk antisipasi agar kejadian ini tak terulang.

“Kebetulan kita akan ada rapat dengan pengurus harian. Ini akan kita jadikan pembahasan, paling tidak ada announcement atau pemberitahuan oleh pihak berwenang kepada bule yang datang ke Bali,” katanya. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved