Kerajaan Inggris

Pangeran Charles Akan Punya Tantangan Khusus Saat Jadi Raja Inggis Nanti, Pakar: Sosok Transisi

Ahli Kerajaan menyebut Pangeran Charles akan menemui tantangan khsus jika dirinya nanti naik tahta menjadi Raja Inggirs

Kolase | PureWow & DNA India
Pangeran Charles Akan Punya Tantangan Khusus Saat Naik Tahta Jadi Raja Inggis, Pakar: Sosok Transisi 

TRIBUN-BALI.COM, INGGRIS Pangeran Charles Akan Punya Tantangan Khusus Saat Jadi Raja Inggis Nanti, Pakar: Sosok Transisi

Keluarga kerjaan yang akan mengisi kekosongan tahta kepimpinan Inggris jika Ratu Elizabeth II meninggal dunia adalah sang putra pertamanya, Pangeran Charles.

Namun, jika nantinya Pangeran Charles melanjutkan monarki dari sang Ibu, maka ada satu tantangan khusus yang mungkin dihadapinya saat menjadi Raja.

Saat ini Prince of Wales telah berusia 73 tahun.

Menurut ahli kerajaan Inggris, Tina Brown mengatakan jika saat ayah dari Duke of Cambridge tersebut memegang monarki Kerajaan Inggris maka ia harus ‘memodernisasi’.

Wartawan dan penulis itu mengatakan baris pertama akan menjadi "figur transisi" sebelum digantikan oleh putranya Pangeran William.

Pangeran Charles dan Camilla Parker Bowles.
Pangeran Charles dan Camilla Parker Bowles. (SHUTTERSTOCK via KOMPAS.COM)

Brown yang bulan lalu menerbitkan The Palace Papers: Inside the House of Windsor, the Truth and the Turmoil, mengatakan kepada LBC dalam acara Tonight with Andrew Marr, menyebut orang-orang akan ‘berkumpul’ di sekelilingnya.

Lebih lanjut, mantan Pemimpin Redaksi Vanity Fair tersebut pun menyebut jika orang-orang akan memberikan Pangeran Charles ‘sesuatu’ dari masa tenggang karna ini merupakan momen besar.

Namun lambat laun, publik pun akan bertanya-tanya bagaimana Pangeran Charles akan memimpin Inggris kedepan.

Baca juga: SUASANA Lebaran Di Luar Negeri, Ini Klub Inggris Pertama yang Gelar Shalat Idul Fitri di Stadion

Berbicara kepada stasiun radio pada Kamis 5 Mei 2022 malam, Brown berkata hal yang dimaksud ‘memoderinisasi’ adalah cara yang dibuat Prince of Wales untuk mempersiapkan jalan bagi putra pertamanya itu untuk melanjutkan tahtanya.

"Ia mendapat tantangan besar karena harus memodernisasi, ia sekarang harus mempersiapkan jalan untuk William,” jelas Brown dikutip Tribun-Bali.com dari Mirror pada Jumat 6 Mei 2022.

Lebih lanjut, hal tersebut dinilai Brown, Charles hanya memiliki waktu pemerintahan yang singkat, terlebih usianya saat mengemban tahta Raja tidaklah muda lagi.

"Itu benar-benar fungsi utamanya, dalam masa pemerintahannya yang akan jauh lebih singkat, tentu saja, untuk memperbaiki keadaan ketika William masuk,” tuturnya.

Brown: Prince Charles adalah Sosok Transisi

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved