Berita Bali

Pementasan Tari Barong dan Keris di Sekaa Barong Eka Budhi Mulai Dikunjungi Wisman

Setelah sempat tutup selama dua tahun, Sekaa Barong Eka Budhi mulai didatangi oleh wisatawan mancanegara (wisman) untuk melihat pertunjukan tari-taria

Tribun Bali/Ni Luh Wahyuni Sari
Setelah sempat tutup selama dua tahun, Sekaa Barong Eka Budhi mulai didatangi wisatawan mancanegara (wisman) untuk melihat pertunjukan tari-tarian Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah sempat tutup selama dua tahun, Sekaa Barong Eka Budhi mulai didatangi oleh wisatawan mancanegara (wisman) untuk melihat pertunjukan tari-tarian Bali. 

Ida Bagus Raka Pudjana selaku pemilik Sekaa Barong Eka Budhi mengatakan berterima kasih pada pemerintah karena telah memberikan kelonggaran kebijakan hingga wisman bisa berkunjung kembali ke Bali. 

Baca juga: CAPAI 450 Ribu Kunjungan Wisatawan, Kadispar Bali Harapkan Kunjungan Selanjutnya

"Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah atas kelonggaran kebijakan yang diberikan oleh pemerintah sehingga ke depannya pariwisata di Bali bisa bangkit kembali. Dan acara kesenian ini dapat berkelanjutan di Bali," ungkapnya pada, Senin 9 Mei 2022. 

Ia pun baru membuka kembali gerai kesenian ini pada 1 Mei 2022 kemarin.

Sehingga baru 9 hari Sekaa Barong Eka Budhi beroperasi.

Menurutnya belum terjadi peningkatan kunjungan pasca ia membuka kembali pertunjukan seni tersebut.

Baca juga: Jalanan Macet, Toko dan Pasar Oleh-oleh di Bali Mulai Dikunjungi Wisatawan

Targetnya dalam sehari kunjungan dapat mencapai 50 orang, namun sejauh ini rata-rata wisatawan yang datang per-harinya hanya sejumlah 30 orang. 

"Untuk harga tiket masuk Rp50 ribu baik untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Per hari rata-rata kunjungan 30 orang baru buka tanggal 1-9 Mei 2022 rata-rata 30 orang per hari. Sudah dua tahun lebih kita tutup lumayan menderita kerugian," tambahnya. 

Dominan yang datang untuk menonton pertunjukan seni di Sekaa Barong Eka Budhi adalah wisman yang berasal dari Eropa, Belanda, India, Malaysia, hingga Jepang.

Biasanya kegiatan promosi di luar negeri dilakukan oleh travel agent, sementara ia hanya melakukan promosi melalui sosial media miliknya dan memberikan informasi pada komunitas tour guide.

"Kita sudah buka sejak Tahun 1990, kita perdana tanggal 20 maret 1990. Dulu karyawan saya sampai 100 orang termasuk penari, penabuh, staf admin dan satpam."

"Lalu setelah tragedi Bom Bali kita rumahkan beberapa karena tidak bisa kita bayar gajinya. Kalau sekarang sekitar 60 orang," paparnya. 

Sementara itu, Dominique dan Daniel Grossemy France selaku wisman asal Perancis yang ikut menyaksikan pertunjukan tari Bali di Sekaa Barong Eka Budhi mengatakan sangat senang melihat pertunjukan ini karena dapat membawa mereka ke bagaimana masa lalu Bali. 

"Sangat bagus dan sangat menarik, berkat adanya kertas penjelasan jadi kami bisa mengikuti alur cerita dari pertunjukan tersebut. Kami sangat senang melihat pertunjukan ini dan ini bisa membawa kami ke Bali masa lalu. Kami akan berlibur selama 15 hari di Bali," kata, Daniel. 

Sementara itu, Dominique mengaku tidak merasa ketakutan ketika berkunjung ke Bali karena melihat Bali sudah siap untuk dikunjungi. 

"Dengan melihat kegiatan vaksin dan persiapan semua kami sudah tidak merasakan ketakutan lagi, terlebih jika harus divaksin lagi kami tidak masalah."

"Dan kami melihat kondisi di Bali sama dengan kondisi di negara Kami yakni Perancis," ujar, Dominique. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved