serba serbi

Tumpek Wariga Sebentar Lagi, Siapkan Ini Tribunners

Hari suci umat Hindu pada wuku Wariga, adalah Tumpek Wariga atau Tumpek Panguduh yang jatuh pada Sabtu Kliwon Wariga.

Tribun Bali
"Nini-nini, buin selae dina Galungan. Mebuah apang nged, nged, nged (Nenek nenek, 25 hari lagi Galungan. Berbuahlah agar lebat, lebat, lebat)," begitu sesontengan yang diucapkan Ni Kadek Suriani (37) saat perayaan tumpek wariga di kebun coklatnya, Banjar Suwat Kelod, Desa Suwat, Gianyar, Sabtu (20/6/2015). 

TRIBUN-BALI.COM - Senin 9 Mei 2022, adalah hari awal dari pekan pada wuku Wariga. 

Hari suci umat Hindu pada wuku Wariga, adalah Tumpek Wariga atau Tumpek Panguduh yang jatuh pada Sabtu Kliwon Wariga.

Yaitu pada tanggal 14 Mei 2022. 

Baca juga: Lahir Senin Kliwon Wariga, Persiapkan Diri untuk Hal Tak Terduga Ini

Makna perayaan hari suci Tumpek Wariga, adalah memohon anugerah kepada Sang Hyang Sangkara. 

Agar tumbuh-tumbuhan diberikan kesuburan sehingga berbunga, berbuah, dan berdaun lebat. 

Untuk dijadikan sumber kehidupan bagi umat manusia. 

Baca juga: Waspada! Sang Hyang Kala Tiga Galungan Akan Segera Turun

Dalam lontar Sundarigama, dijelaskan makna Tumpek Panguduh adalah meminta kepada semua tanaman agar berbunga, berbuah, dan berdaun lebat.

Hal ini berasal dari 'wariga ngaran metu ning mawah ya' yang artinya sehingga ia berbuah. 

Makna perayaan hari suci Tumpek Wariga, bagi diri umat manusia adalah menumbuhkan pikiran dan batin yang esoterik. 

Melalui simbol pemberdayaan kekuatan cakra api, di dalam diri dalam upaya menghadang pengaruh pikiran dan perasaan hati yang buruk. 

Baca juga: Sang Hyang Kala Tiga Galungan, Waspada Saat Ia Turun

Untuk itulah umat Hindu disarankan melakukan persembahyangan, dan membuat sesajen persembahan kepada Sang Hyang Sang Hyang Sangkara sebagai dewa penguasa tumbuh-tumbuhan. 

Sesajennya seperti, peras, tulung, sasayut, tumpeng, bubur, tumpeng agung, lauk daging babi dan itik. 

Dilengkapi raka-raka, panyeneng dan tatebus. 

Sementara sesajen untuk manusia, terdiri atas sasayut cakragni dan sasayut pangadang hati. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved