Berita Budaya

Sang Hyang Kala Tiga Galungan, Waspada Saat Ia Turun

Sang Hyang Kala Tiga Galungan, Waspada Saat Ia TurunSang Hyang Kala Tiga Galungan, Waspada Saat Ia Turun

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti - Sejarah Evolusi Agama Hindu dari Mahenyodaro dan Harrapa 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam lontar Sundarigama, disebutkan bahwa sebelum hari suci Galungan. Maka akan ada godaan dari Sang Hyang Kala Tiga yang turun ke dunia.

Sang Hyang Kala Tiga ini, adalah Sang Bhuta Galungan, Sang Bhuta Dungulan, dan Sang Bhuta Amengkurat. Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, berkata agar umat Hindu berhati-hati saat Sang Kala Tiga turun sebelum Galungan.

Hari raya Galungan, adalah hari yang sangat disucikan dan dikeramatkan sekali, khususnya oleh umat Hindu. "Karena hari Galungan, adalah momentum untuk merayakan kemenangan Dharma melawan Adharma," ucap beliau, kepada Tribun Bali, Minggu 24 April 2022.

Untuk itu, umat manusia seharusnya terlebih dulu menundukkan sifat-sifat angkara murka, loba, tamak, iri hati, dendam, nafsu duniawi yang berlebihan, dan hal-hal lainnya yang bersifat negatif.

Apabila hal ini bisa ditundukkan, barulah seseorang bisa mengklaim kemenangan Dharma itu terjadi. Namun sebaliknya apabila belum bisa mengatasi hal tersebut, maka kemenangan Dharma terhadap Adharma hanyalah baru angan-angan saja.

Untuk itu beliau mengajak umat memerangi sifat-sifat Adharma, agar betul-betul musnah dari dalam diri manusia. Sehingga Dharma yang berkuasa di dalam diri.

"Karena sesungguhnya peperangan ini adalah peperangan yang ada dalam diri sendiri. Sebab musuh sesungguhnya tidaklah jauh, tetapi ada di dalam diri kita sendiri," imbuh beliau. Hal ini sesuai dengan isi kakawin yang menyatakan musuh-musuh itu tidak jauh, karena sesungguhnya ada pada diri sendiri.

Oleh karena itu, untuk bisa mengatakan Galungan adalah kemenangan Dharma melawan Adharma, maka seseorang sangat harus bisa memerangi sifat-sifat negatif dalam dirinya terlebih dahulu. Sehingga untuk menyongsong Galungan, dirinya telah dalam keadaan bebas dari hal-hal negatif.

Munculnya hal-hal negatif, kata beliau, akan diperparah lagi dengan turunnya Sang Hyang Bhuta atau Sang Hyang Kala Tiga Galungan. Karena Sang Hyang Bhuta Tiga Galungan ini, akan menggoda keteguhan iman manusia di saat-saat akan merayakan hari raya suci Galungan.

"Nah apabila Sang Hyang Kala Tiga Galungan berhasil, maka Galungan yang semestinya merupakan hari yang menggembirakan, akan berubah menjadi hari yang mengecewakan, karena ulah kita sendiri," ucap beliau.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved