Konflik Ukraina Rusia
Kisah WNI Terjebak 21 Hari di Chernihiv, Iskandar Bertahan Hidup di Tengah Perang Ukraina & Rusia
Satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Iskandar berhasil selamat dan lolos di tengah kecamuk perang antara Ukraina dan Rusia sejak Februari
TRIBUN-BALI.COM – Satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Iskandar berhasil selamat dan lolos di tengah kecamuk perang antara Ukraina dan Rusia sejak Februari 2022 lalu.
Adalah Iskandar, seorang WNI yang bekerja sebagai petugas pengontrol kualitas di pabrik plastik Ukraina sejak 2017 dilaporkan selamat.
Pria asal Kota Binjai, Sumatera Utara, mengungkapkan bersembunyi selama 21 hari atau tiga pekan lamanya di pabrik Chernihiv ketika kedutaan besar Indonesia menyusun opsi rencana penyelamatan WNI.
Iskandar menuturkan, peluangnya dapat bertahan hidup tinggal 10 persen.
“Saya hanya memiliki sedikit harapan bahwa saya akan hidup, dari garis antara hidup dan mati,” ucap Iskandar, sebagaimana dilansir via Al Jazeera.
Iskandar yang tinggal di kota utara Chernihiv, membeberkan pertama kali mengetahui soal invasi via YouTube pada pagi hari tanggal 24 Februari, saat Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan "operasi militer khusus" untuk "demiliterisasi dan de-Nazifikasi" Ukraina.
“Setelah video hampir selesai (diputar), penembakan dimulai,” beber Iskandar.
Baca juga: PENGADILAN Memutuskan Kapal Pesiar Diduga Milik Oligarki Rusia yang Disita AS Tetap Berada di Fiji
Sembilan pekerja Indonesia pabrik, dua rekan Nepal mereka dan seluruh staf Ukraina berkumpul di lantai pabrik, bertanya-tanya apa yang harus mereka lakukan.
“Semua orang pucat dan tekanannya bisa diraba. Aku bahkan tidak bisa tersenyum, dan kami mulai panik."
"Bos kami menyuruh kami mematikan mesin. Kami hanya meringkuk di sana dan mendengarkan suara roket yang terbang di atas kepala,” kata ayah empat anak itu kepada Al Jazeera.
Sayangnya bagi Iskandar dan para pekerja pabrik yang sekarang terperangkap, mereka terperangkap dalam apa yang kemudian dikenal sebagai Pengepungan Chernihiv.
Secara strategis penting, kota ini terletak di utara ibukota Ukraina, Kyiv, dan dekat dengan perbatasan Belarusia dan Rusia.
Lebih buruk lagi, putra Iskandar yang berusia 23 tahun, Aris Wahyudi, bersamanya di Ukraina.
“Semua orang di tim Indonesia berusia dua puluhan kecuali saya,” katanya.
“Mereka mencari saya untuk jawaban tentang apa yang harus dilakukan, dan saya tidak tahu harus berkata apa kepada mereka. Beberapa dari mereka bahkan tidak bisa berbicara, mereka sangat ketakutan," ujarnya.
Baca juga: RUSIA Duduki Kedatangan Wisman Tertinggi di Bali Pada Februari 2022
