Berita nasional
MENKO Airlangga : Jaga Kesadaran Terhadap Perubahan Iklim Agar PDB Tidak Turun
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim, harus terus terja
Selanjutnya pemerintah juga terus mendorong, mekanisme transisi energi berupa perpajakan yang merupakan cap and trade dan cap and tax.
“Jadi perusahaan yang sudah komitmen untuk menghemat energi apabila dia lebih besar dari komitmen makan dia diberikan pajak yang akan diberlakukan untuk PLTU di tahun ini dan inilah yang sedang kita dorong,” tutur dia.
Baca juga: Airlangga: Sinergi Musrenbang DKI-Pemerintah Pusat Bantu Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Di sektor transportasi, pemerintah juga berkomitmen terus mendorong program mandatori biodisel dan penurunan energi yang setara dengan 23,3 juta ton CO2, ekuivalen yang diharapkan dapat mendorong sektor industri berbasis mobil listrik.
Ketua Umum Partai Golkar ini, mengatakan pemerintah juga tengah mencoba menurunkan biaya dari carbon capture dan storage, melalui teknologi yang sama dengan injeksi amonia berupa kombinasi antara batu bara dan amonia.
Sehingga biaya yang dibutuhkan menjadi 25 dolar AS per ton, dari yang sebelumnya 100 dolar AS per ton.
Tak hanya itu, Presiden juga telah mengesahkan peraturan tentang nilai ekonomi karbon yang bertujuan untuk mendorong terciptanya industri-industri berbasis karbon netral.
“Industri hijau menjadi tujuan utama di masa transisi energi dan tentunya ini pada akhirnya akan memberikan nilai tambah kepada ekonomi itu sendiri. Selain itu juga dapat menyerap tenaga kerja yang berkeahlian tinggi,” ucap Menko Airlangga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Menko-Airlangga-Jaga-Kesadaran-Terhadap-Perubahan-Iklim-Agar-PDB-Tidak-Turun.jpg)