serba serbi

BESOK Tumpek Wariga! Ini Upacaranya

Jero Mangku Ketut Maliarsa, menjelaskan nama lain dari Tumpek Wariga adalah Tumpek Bubuh, Tumpek Pengatag, atau Tumpek Uduh. 

Pixabay
ilustrasi pohon pada Tumpek Wariga 

TRIBUN-BALI.COM -  Tumpek Wariga, jatuh pada Sabtu 14 Mei 2022. 

Jero Mangku Ketut Maliarsa, menjelaskan nama lain dari Tumpek Wariga adalah Tumpek Bubuh, Tumpek Pengatag, atau Tumpek Uduh. 

"Menurut tatanan bacakan kalender Bali, bahwa tumpek ini datangnya setiap 6 bulan sekali. Yaitu setiap Saniscara Kliwon, Wuku Wariga,"sebut pemangku Pura Campuhan Windhu Segara ini, kepada Tribun Bali, Jumat 13 Mei 2022. 

Baca juga: Pengalaman Mistis Jro Mangku Ketut Maliarsa Saat Menyusun Buku Pura Ponjok Batu

Hal ini tertulis dalam lontar Sundarigama, bahwa setiap Saniscara Kliwon Wuku Wariga dilakukan pemujaan keagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewa Sangkara.

Dewa Sangkara merupakan penguasa segala tanaman, yang tumbuh di alam semesta ini.

Menurut kepercayaan umat Hindu di Bali, wajib memuja dan memuji keagungan Nya karena telah melimpahkan sarwa pala, baik pala bungkah, maupun pala gantung, sebagai karunia yang tak ternilai bagi kehidupan umat manusia.

Baca juga: Dewa Wisnu dan Awatara, Berikut Penjelasan Jro Mangku Ketut Maliarsa

Sehubungan dengan itu, umat Hindu sangat konsisten memuja dan mengupacarai pepohonan ini sebagai wujud rasa terimakasih.

Lebih- lebih akan muncul hari suci Galungan lagi, 25 hari pada saat Tumpek Bubuh ini dirayakan.

Hal ini merupakan tatanan pelaksanaan kearifan lokal, yang merupakan budaya keyakinan umat Hindu secara niskala dan sekala.

Baca juga: Tumpek Wariga Sebentar Lagi, Siapkan Ini Tribunners

Sesajen yang dihaturkan pada tumbuh-tumbuhan, disebut banten pengatag berupa tetandingan yang berisi raka-rakaan.

Kemudian berisi canang raka, tegteh, kojong diisi rerasmen, kacang- kacangan, bubur sumsum warna hijau dan putih.

"Ditambah ayam panggang dan sampian siapnya, dan setiap pohon yang diayab sajen selalu diikat dengan sasat sambil mengucapkan; 'kaki-kaki,dadong ade tiang mapengerah galungane buin 25 dina mangkin,pang mebuah nged- nged - nged- nged'," ucapnya.

Saat itu, jangan lupa menorehkan pisau di batang pohon itu sebanyak 3 kali. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved