Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sinyal Merah Covid-19 Korea Utara, Setengah Juta Orang Terindikasi, Pelayanan Kesehatan Buruk

Sinyal Merah Covid-19 Korea Utara, Setengah Juta Orang Terindikasi, Pelayanan Kesehatan Buruk

Tayang:
Korean Central News Agency/Korea News Service
Foto yang dirilis pemerintahan Korea Utara, Kim Jong Un hadir dalam pertemuan politbiro Partai Buruh di Pyongyang pada Selasa, 29 Desember 2020. 

TRIBUN-BALI.COM - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un mengatakan bahwa wabah Covid-19 yang menyebar dengan cepat adalah bencana terbesar bagi negaranya.

Kim menyerukan perjuangan skala penuh untuk mengatasi penyebaran virus selama pertemuan darurat pada hari Sabtu (13/5/2022).

Seruan Kim datang setelah para pejabat mengumumkan kasus pertama yang dikonfirmasi pada hari Kamis (12/5/2022).

Namun, para ahli percaya virus itu kemungkinan telah beredar selama beberapa waktu.

Baca juga: Bill Gates Positif Covid-19, Begini Kondisi Terkini Orang Terkaya di Dunia itu

Ada kekhawatiran wabah besar dapat memiliki konsekuensi yang mengerikan di Korea Utara.

Populasi Korea Utara yang berjumlah 25 juta rentan karena kurangnya program vaksinasi dan sistem perawatan kesehatan yang buruk.

Dan pada hari Sabtu, media pemerintah melaporkan bahwa ada setengah juta kasus demam yang tidak dapat dijelaskan dalam beberapa pekan terakhir.

Negara ini memiliki kemampuan pengujian yang terbatas sehingga sebagian besar kasus Covid-19 tidak dikonfirmasi.

Angka itu menandai peningkatan besar pada angka yang diberikan pada hari Jumat dan Kamis, berpotensi memberikan beberapa indikasi skala wabah Korea Utara.

Baca juga: HEPATITIS Misterius : Ahli Kesehatan Sebut Bagian dari Covid Omicron BA2?

"Penyebaran epidemi ganas adalah gejolak (terbesar) yang terjadi di negara kita sejak didirikan," kata Kim, sebagaimana dilansir BBC.

Dia menyalahkan krisis pada ketidakmampuan birokrasi dan medis, dan menyarankan pelajaran dapat dipelajari dari tanggapan negara-negara seperti tetangga China.

Media pemerintah melaporkan bahwa 27 orang telah meninggal sejak April setelah menderita demam.

Laporan tersebut tidak mengatakan apakah mereka dinyatakan positif Covid-19.

Namun, satu kematian di ibu kota Pyongyang telah dikonfirmasi sebagai kasus varian Omicron.

Laporan kasus pertama pada hari Kamis menandai berakhirnya dua tahun klaim Korea Utara untuk bebas dari Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved