Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Music Zone

Terinspirasi Pandemi, Antibodi Rilis Album "Selamat Datang Harapan"

Terinspirasi Pandemi, Antibodi Rilis Album "Selamat Datang Harapan" Terinspirasi Pandemi, Antibodi Rilis Album "Selamat Datang Harapan"

Tayang:
Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
ist
Trio punk rock asal Denpasar, Antibodi kembali hadir dengan karya termutakhirnya. Antibodi merilis Extended Play (EP) atau album mini berjudul "Selamat Datang Harapan". 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Trio punk rock asal Denpasar, Antibodi kembali hadir dengan karya termutakhirnya. Antibodi merilis Extended Play (EP) atau album mini berjudul "Selamat Datang Harapan".

Tajuk album "Selamat Datang Harapan" sendiri dipilih sebagai antitesis tema dari lagu-lagu yang terinspirasi dari situasi realita yang terjadi selama dua tahun terakhir ini.

"Selamat Datang Harapan" telah dirilis secara digital di sejumlah kanal musik. Pun pesta perayaan atau launching EP ini mereka gelar di Jeger House, Jalan Tukad Balian, Denpasar, Jumat, 20 Mei 2022 malam.

Berisi enam nomor yang menggambarkan ragam perasaan campur aduk yang mereka alami. Amarah, sedih, peduli, dan keinginan untuk tetap berjuang di tengah situasi yang tak menentu ini. Tahun yang sulit, namun mendewasakan Joe Karsa (vokal dan gitar), Ciko Inside (bass dan vokal), Agus Fore (drum) baik dalam penulisan lirik maupun aransemen musiknya.

"Keenam track di album "Selamat Datang Harapan" ini berisi enam karakter musik yang bervariasi. Tetapi tetap dituangkan dalam gaya bermusik dan sound Antibodi yang khas," terang vokalis sekaligus gitaris Antibodi, Joe Karsa.

Dibuka dengan nomor instrumental yang sepertinya sudah menjadi ritual Antibodi di setiap rilisan mereka. Adalah track berjudul "Dystopia Blues", bernuansa minor blues yang kelam berpadu dengan hardcore punk nan kental namun singkat, padat, dan menghajar. Energi kemarahan Antibodi berlanjut di lagu "Halo Dunia". Lagu ini seolah menyindir dunia yang semakin penuh dengan tipu daya melalui kaburnya kebenaran dalam informasi yang beredar.

Disusul track "Aku Dan Sekolah II". Di lagu ini
Antibodi mencurahkan perasaan para siswa yang semakin rumit dengan sistem daring. Sistem belajar yang cukup menyulitkan, dan menjauhkan mereka dari situasi sekolah yan dirindukan.

"Lagu ini merupakan sekuel dari track "Aku Dan Sekolah" yang sudah dirilis dalam album "Still Going Strong" yang rencananya akan dijadikan sebuah trilogy sebagai kepedulian Antibodi terhadap dunia pendidikan," tutur basis juga vokalis Antibodi, Ciko Inside.

Tidak itu saja, Antibodi pun peduli dengan mereka yang terdampak pandemi ini. Lagu "Hidup…" adalah potret situasi kini.

"Lagu ini sebenarnya adalah materi lama karya Ciko Inside, namun baru sempat direkam setelah warna musik Antibodi mengalami banyak pendewasaan dalam album sebelumnya. Lirik lagu ini telah disesuaikan agar menjadi relevan sebagai potret situasi zaman sekarang," sambung Joe Karsa.

Setelah cooling down dengan nomor power ballad, track selanjutnya kembali dihentak dalam alunan punk berjudul "Kidung Pembebasan". Diwarnai dengan crowd chant ala street rock atau skinhead oi!, dipadu elemen ska punk, dan rock n’roll.

"Lagu ini adalah bentuk ketidakpercayaan kami terhadap pihak-pihak yang tega memanfaatkan situasi ini demi keuntungan pribadi," ungkap penggebuk drum Antibodi, Agus Fore.

Baca juga: Lakukan Manipulasi Data, 62 Calon Maba Unud Jalur SNMPTN Batal Lulus dan Sekolah Asal di Blacklist

Baca juga: MoU Bunda PAUD Kota Denpasar dan Himpsi Bali, Bentuk Kerja Sama Terkait Pola Asuh Anak Usia Dini

Baca juga: Polda Bali Duga Miss Global Estonia Valeria Masih di Bali, Eh Ternyata Sudah Pergi

Sebagai penutup adalah lagu "Hanya Satu Pintaku". nomor akustik yang melibatkan string section Fare Silitonga dan Uniel Wardani memainkan cello dan biola. Nuansa lagu terinspirasi dari situasi dalam film-film science-fiction. Menggambarkan situasi distopia. Mengajak pendengar untuk tidak menyerah dengan keadaan.

Berbicara proses kreatif, Antibodi telah mematangkan lagu melalui workshop yang mereka lakukan cukup intens di tahun 2021. Lantaran kesibukan mereka di awal 2022, rencana perilisan "Selamat Datang Harapan" baru dilakukan pada Mei 2022.

Proses rekaman berlangsung mulai Oktober hingga November 2021. Ke-6 track direkam dan diolah oleh 49 Wreck Chords dengan sentuhan tangan dingin Dimas Widi Kuncahyo.

Artwork cover dikerjakan langsung oleh Joe Karsa yang notabene seorang desainer grafis.

"Melalui album "Selamat Datang Harapan" Antibodi berharap situasi dunia ini akan segera membaik. Dan tentunya, bukankah ini harapan kita semua? Mari kita amini bersama," ucap Joe Karsa.


Antibodi;

Joe Karsa (vokal dan gitar)
Ciko Inside (bass dan vokal)
Agus Fore (drum)

  • Single "Final Test" Tahun 2015
  • Album mini "Songs For The Disorder" Tahun 2019
  • Album penuh "Still Going Strong" Tahun 2021
  • Single "726" Tahun 2021
  • Single "Aku Dan Sekolah" Tahun 2021

 

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved