Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Konflik Ukraina Rusia

Pilih Menentang Kebijakan Putin Hingga Lari Keluar Negeri, Begini Nasib 2 Elit Rusia

Kabar terkini Konflik Ukraina dan Rusia. Beberapa figur top Rusia secara blak-blakan menentang invasi negaranya ke Ukraina.

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
YouTube Radio Free Europe/Radio Liberty, Linkedln
Kolase mantan wakil Presdir perusahaan Rusia Gazprombank Igor Volobuyev (kiri), dan diplomat Rusia untuk PBB di Jenewa, Boris Bondarev, Rabu (25/5/2022). Dua elit Rusia yang menentang perang menuturkan nasibnya. 

TRIBUN-BALI.COM – Kabar terkini Konflik Ukraina dan Rusia.

Beberapa figur top Rusia secara blak-blakan menentang invasi negaranya ke Ukraina.

Mereka adalah sedikit orang yang berani mengungkapkan opininya di tengah tekanan pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Di antaranya adalah seorang diplomat internasional dan anggota direksi perusahaan keuangan milik pemerintah.

Baca juga: Remaja Ukraina Ini Menangis Kisahkan Ibunya Meninggal Terkena Artileri Rusia, Kini Urusi 4 Adiknya

Baca juga: Respon Rusia Soal Gabungnya Swedia & Finlandia ke NATO, Bangun 12 Pangkalan Militer di Perbatasan

Dilansir TribunWow.com dari The Guardian, Rabu (25/5/2022), Igor Volobuyev menghabiskan dua dekade bekerja di jantung pendirian bisnis Rusia, pertama untuk Gazprom kemudian untuk afiliasinya Gazprombank.

Di perusahaan terakhir, Volobuyev menjadi wakil presiden direksi hingga Februari tahun ini.

Setelah Putin melancarkan perangnya di Ukraina pada akhir Februari, Volobuyev memutuskan dia tidak tahan lagi tinggal di Rusia.

Pria itu pun mengemasi ransel kecil berisi barang-barang dan setumpuk uang tunai, dan terbang ke luar negeri pada tanggal 2 Maret, berpura-pura pergi berlibur.

Beberapa hari kemudian, Volobuyev menyeberang dari Polandia ke Ukraina, di mana dia menghabiskan masa kecilnya.

Sekarang, dia menghabiskan hari-harinya mencoba meyakinkan para pejabat untuk memberinya dokumen Ukraina dan mengizinkannya mendaftar untuk dinas militer.

"Saya ingin pergi ke tempat di mana saya bisa mempertahankan tanah air saya dengan senjata, saya berusaha setiap hari," kata Volobuyev dalam sebuah wawancara di pinggiran ibukota, Kyiv.

"Saya tidak akan pernah kembali ke Rusia."

Ratusan ribu orang Rusia diyakini telah meninggalkan negara itu sejak Putin melancarkan perang.

Banyak intelektual, jurnalis, dan aktivis telah menyuarakan penentangan mereka terhadap konflik tersebut.

Namun, di kalangan elit politik dan pebisnis, pembelotan sangat jarang terjadi.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved