Berita Bali

Suspect Hepatitis Akut Pertama di Bali, Satu Pasien Anak Dirawat di RSUP Sanglah Denpasar

Satu pasien anak-anak usia 3 tahun asal Denpasar diduga menjadi pasien suspect hepatitis akut.

Pixabay
ilustrasi anak sakit terkena hepatitis misterius - Suspect Hepatitis Akut Pertama di Bali, Satu Pasien Anak Dirawat di RSUP Sanglah Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satu pasien anak-anak usia 3 tahun asal Denpasar diduga menjadi pasien suspect hepatitis akut.

Kasus suspect hepatitis akut ini merupakan kasus pertama di Bali.

"Yang pasti ada satu anak umur tiga tahun, asal Denpasar, saat ini sedang dirawat di RSUP Sanglah. Untuk teknisnya, bisa hubungi Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali, dr Sanjaya SpA," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr I Nyoman Gede Anom, Kamis 26 Mei 2022.

Menurutnya, terkait dengan pemantauan dan penanganan hepatitis akut, selain dengan Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota, pihaknya juga bekerjasama dengan dokter spesialis anak se-Bali untuk memantau penyakit hepatitis akut.

Baca juga: 31 Negara Melaporkan Terjangkit, Kenapa Hepatitis Akut Menyerang Anak-Anak?

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali dr IGN Sanjaya Putra SpA(K) mengatakan, pasien tersebut dirawat di RSUP Sanglah sejak Minggu 15 Mei 2022.

"15 Mei 2022 mulai dirawat di Sanglah. Alamat rumahnya di Jalan BT, Denpasar," ungkap dr Sanjaya.

Terpisah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru mengumumkan dugaan kasus hepatitis per 17 Mei 2022 berjumlah 14 kasus.

Dengan rincian terdiri dari 1 kasus probable dan 13 kasus pending classification.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril SpP MPH mengatakan, ada 1 kasus probable pemeriksaan hepatitis A, B, C, dan E nonreaktif dan patogen lainnya pun negatif.

Sedangkan 13 kasus pending classification itu ada 1 kasus di Sumatera Utara, 1 kasus di Sumatera Barat, 7 kasus di DKI Jakarta, 1 kasus di Jambi, dan 3 kasus di Jawa Timur.

Kelompok umur kasus terbanyak adalah di bawah 5 tahun ada tujuh kasus, 6 sampai 10 tahun (2 kasus), dan 11-16 tahun (5 kasus).

Dari 14 kasus dugaan hepatitis akut terdapat 6 kasus meninggal dunia, 4 kasus masih dirawat, dan 4 kasus sudah dipulangkan.

“Ini perubahan jumlah kasus dari hari sebelumnya 15 atau 16 Mei itu ada pengurangan kasus di probable. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan terakhir dia sepsis bakteri, sehingga dia kasusnya discarded,” kata dr Syahril pada konferensi pers hepatitis di gedung Kemenkes, di Jakarta, Rabu 18 Mei 2022.

Upaya yang dilakukan melalui surveilans, analisa patogen menggunakan Whole Genome Sequencing (WGS) dimana dengan WGS ini nanti akan terlihat varian virus yang muncul.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved