Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Inflasi Bali pada Mei 2022 Terkendali, namun Lebih Tinggi dari Nasional

Inflasi Bali pada Mei 2022 mencapai 0,71% (mtm) lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 1,00% (mtm) namun lebih tinggi

Tayang:
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ilustrasi - Inflasi Bali pada Mei 2022 Terkendali, namun Lebih Tinggi dari Nasional 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Inflasi Bali pada Mei 2022 mencapai 0,71 % (mtm) lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 1,00 % (mtm) namun lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,40 % (mtm). 

Rendahnya inflasi tersebut bersumber dari kelompok volatile food dan administered prices

Sementara itu secara tahunan, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 4,39 % (yoy), lebih tinggi dari inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,55 % (yoy).

Baca juga: Realisasi Inflasi Indonesia Masih Terkendali di Tengah Berlanjutnya Tren Peningkatan Inflasi Global

Secara diagregasi, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 0,719 % (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan April yang sebesar 2,37 % (mtm). 

Kenaikan harga kelompok volatile food didorong oleh naiknya harga cabai merah, telur ayam ras, ikan tongkoV ikan ambu-ambu, tongkol diawetkan, dan semangka. 

Baca juga: Kepala Perwakilan BI Bali: Perang Rusia-Ukraina Berpengaruh terhadap Kenaikan Inflasi di Indonesia

Naiknya harga komoditas cabai merah maupun komoditas makanan lainnya disebabkan terjadinya kenaikan permintaan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan.

Tekanan harga pada komoditas ikan disebabkan sejumlah nelayan belum beroperasi pasca libur lebaran serta masuknya musim ombak dan air laut pasang.

Di sisi lain laiu inflasi wolatile food tertahan oleh musim ombak dan air laut pasang. 

Di sisi lain laju inflasi volatile tood tertanan olen menurunya harga minyak goreng yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang sempat melarang ekspor CPO di Mei 2022.

Kelompok barang administered price mencatat inflasi sebesar 0,39 % (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya (2,43 % ; mtm). 

Peningkatan harga yang masih terjadi terutama disebabkan oleh peningkatan tarif angkutan udara, rokok putih, dan rokok kretek filter. Kenaikan tarif angkutan udara disebabkan cukup tingginya permintaan pasca arus balik periode libur lebaran. 

Di sisi lain, fuel surcharge dari Pemerintah sebesar 10 % untuk mengompensasi kenaikan harga avtur disinyalir juga mempengaruhi naiknya harga  tiket. 

Tekanan inflasi juga disebabkan oleh naiknya harga komoditas rokok sejalan dengan peningkatan tarif cukai rokok untuk tahun 2022.

Di sisi lain, inflasi inti (core) tercatat sebesar 0,80 % (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,32 % (mtm), seiring dengan peningkatan permintaan.

Komoditas utama penyumbang inflasi core adalah canang sari, bimbingan belajar, bioskop, dan sepeda motor. 

Peningkatan  harga canang sari dipengaruhi oleh kenaikan permintaan menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Tekanan harga sepeda motor secara tidak langsung juga dipengaruhi kenaikan PPN. 

Sementara tarif bioskop meningkat seiring kenaikan permintaan tiket, sejalan dengan lebih longgarnya aktivitas ruang publik

 Ke depan, tekanan inflasi Juni 2022, diprakirakan berpotensi dari kelompok volatile food. 

Hal-hal yang dapat menimbulkan tekanan harqa antara lain risiko penyebaran penyakit mulut dan kuku yang berpotensi mengganggu pasokan daging ternak, serta potensi curah hujan yang termasuk menengah tinggi di Provinsi Bali. 

Selain itu, terdapat potensi kenaikan harga canang sari di saat hari raya Kuningan dan Galungan. 

Tim Pengendalian Inflasi Daerah pada tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota senantiasa melakukan koordinasi dalam forum High Level Meeting untuk melakukan pemantauan harga dan stok barang, melaksanakan kegiatan operasi pasar, serta peningkatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk menjamin ketersediaan barang di Provinsi Bali.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved