Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kasus Nenek Bersimbah Darah, Cucu Terluka Parah, Polisi Periksa 7 Saksi Ditemukan Pisau Dapur

Nenek tersebut diketahui bernama Wurlin berusia 76 tahun yang tewas dengan kondisi tidak wajar.

Tayang:
Editor: Bambang Wiyono
SURYA.CO.ID/Erwin Wicaksono
Rumah tempat kejadian perkara peristiwa diduga pembunuhan di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (7/6/2022).  

TRIBUN-BALI.COM, MALANG - Polisi Satreskrim Polres Malang bergerak cepat memeriksa saksi-saksi kasus meninggalnya seorang nenek yang bersimbah darah di rumahnya di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (7/6/2022).

Saat ditemukan meninggal bersimbah darah, sang cucu berlari ke luar rumah dalam kondisi terluka parah di perut dan leher.

Sang cucu, Saifudin (17) berteriak minta bantuan tetangganya.

Nenek tersebut diketahui bernama Wurlin berusia 76 tahun yang tewas dengan kondisi tidak wajar.

"Siapa pelakunya masih kami dalami. Saat ini ada tujuh saksi yang kami mintai keterangan yakni tetangga sekitar, keluarga serta saksi yang kali pertama menemukan," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi ketika dikonfirmasi SURYAMALANG.COM.

Donny menambahkan, di dalam rumah korban ditemukan benda-benda yang dapat membantu polisi menemukan pelakunya.

"Dari laporan anggota di lapangan yang melakukan olah TKP, kami temukan beberapa barang bukti berupa pisau yang digunakan menganiaya dan membunuh korban. Selain itu sebuah handphone juga kami temukan diduga kuat milik korban," ungkapnya.

Seperti diketahui, seorang nenek di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang ditemukan tewas di dalam rumahnya, Selasa (7/6/2022).

Warga Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, geger, Selasa (7/6/2022).

Seorang nenek ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.

Nenek tersebut diketahui bernama Wurlin (76), ia ditemukan meninggal dengan kondisi tidak wajar.

Tetangga korban bernama Tasim menjelaskan, peristiwa mengejutkan tersebut terjadi pada pukul 07.15 WIB.

Saat itu, Saifudin, cucu korban yang bersimbah darah diduga karena luka bacokan berlari meminta pertolongan kepada tetangganya.

Sang cucu mencoba memberikan isyarat jika neneknya juga bersimbah darah karena terluka senjata tajam.

"Saya masih di sawah, tiba-tiba Udin (cucu korban) mendatangi saya menjerit-jerit minta pertolongan. Padahal leher dan perutnya terluka seperti habis kena bacok," ungkap Tasim ketika ditemui di depan lokasi kejadian perkara.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved