Berita Karangasem
Puluhan Petani di Desa Adat Tenganan Karangasem Mengeluh Tanaman Dirusak Monyet Liar
Puluhan petani di Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, Kec. Manggis, Karangasem mengeluh dikarenakan tanaman, buah - buahan, dan tuak dirusak gerombola
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN BALI. COM - Puluhan petani di Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, Kec. Manggis, Karangasem mengeluh dikarenakan tanaman, buah - buahan, dan tuak dirusak gerombolan monyet liar.
Bojog mengobrak abrik tanaman petani hingga ke pucuknya, tanpa ada sisa.
Putu Wiadnyana, warga Tenganan Pegeringsingan, mengatakan, kondisi ini terjadi dari beberapa bulan lalu.
Gerombolan bojog liar ini sudah sangat meresahkan petani karen tiap taahunnya merusak tanaman.
Selain merusak tanaman, monyet sudah mulai masuk ke rumah penduduk.
"Kadang - kadang monyet masuk ke rumah penduduk, meengambil makanan di dalam dapur. Kalau merusak tanamaan rutin terjadi setiap tahun. Banyak petani pengarap yang mengeluhkan aksi monyet,"ungkap Putu Widnyana, Rabu 8 Juni 2022.
Baca juga: Cegah Kanker hingga Sembuhkan Edema, Simak Deretan Manfaat Daun Kelor Bagi Tubuh
Baca juga: KISAH Rein Vidya, Usai 19 Tahun Diwisuda Kedokteran Unpad, Selesaikan Kuliah Hanya 3,5 Tahun
Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Sarapan Nasi Goreng Buntut, Ditemani Bestie Menlu Retno Marsudi
Seperti pohon pisang petani hampir sebagian besar habis dirusak gerombolan monyet.
Pohon cluring, jeruk, pepaya, kelapa, serta pohon lainnya.
Seandainya dikalkulasi kerugian diperkirakan capai jutaan.
Bagi petani, gerombolan kera sudah dianggap hama lantaran merusak tanaman.
Klian Desa Tengangan Pegeringsingan, Putu Suarjana, menjelaskan, gerombolan monyet sudah meresahkan petani sejak beberapa tahun lalu.
Sebelumnya, monyet hanya merusak tanaman warga. Kini, geromboln monyet berani masuk ke dapur, & membuka tempat mentimpan mkanan.
"Buah yang sering dirusak gerombolan bojog yakni pisang, nanas, mangga, rambutan, & celuring.
Tuak warga di atas pohon kadang ditumpahin. Pertumbuhan, dan populasi monyet bertambah setiap tahunnya. Warga serta petani mulai resah,"jelasnya.
Warga kadang terpaksa membawakan makanan ke lereng bebukitan seandainya stok makanan di atas habis. Ini dilakukan untuk antisipasi gerombolan monyet masuk ke rumah warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/d-ss-sdsd.jpg)