Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ukraina Tuding Rusia Sandera 600 Orang di Ruang Penyiksaan Wilayah Kherson

Ukraina Tuding Rusia Sandera 600 Orang di Ruang Penyiksaan Wilayah Kherson

AFP / FADEL SENNA
Tentara Ukraina membersihkan mayat setelah serangan roket menewaskan sedikitnya 35 orang pada 8 April 2022 di sebuah stasiun kereta api di Kramatorsk, Ukraina timur, yang digunakan untuk evakuasi sipil. 

TRIBUN-BALI.COM - Sekitar 600 orang Ukraina disandera di kamar yang dilengkapi sebagai ruang penyiksaan dan fasilitas penahanan pra-ajudikasi.

Tempat penyanderaan itu berada di wilayah Kherson yang diduduki Rusia, menurut seorang pejabat Ukraina.

Dari 600 orang, setengahnya disandera di gedung administrasi negara bagian Kherson, di pusat penahanan pra-sidang, dan di sekolah kejuruan Nomor 17 di Kota Henichesk.

Hal ini disampaikan Tamila Tasheva, perwakilan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kepada Crimea dalam pidato yang disiarkan televisi pada Selasa (7/6/2022), mengutip lembaga pemerintah dan aktivis yang baru-baru ini meninggalkan wilayah pendudukan.

Baca juga: Tak Hiraukan Rusia, Inggris Kirimkan Roket M270 yang Mampu Bikin Kocar-kacir Tentara Putin

Mereka yang ditahan digambarkan oleh Tasheva sebagai sandera sipil, aktivis, jurnalis, dan tawanan perang militer (POW).

Beberapa di antaranya dia klaim telah dibawa dari Kherson ke Simferopol, kota terbesar kedua di Krimea yang diduduki Rusia.

CNN tidak dapat memverifikasi klaim Tasheva secara independen dan telah menghubungi Kementerian Pertahanan Rusia untuk menanggapi tuduhan tersebut.

Lebih lanjut, hampir seluruh wilayah Kherson yang terletak di selatan Ukraina, telah diduduki oleh Rusia sejak invasinya pada akhir Februari.

Pejabat Ukraina memperkirakan setidaknya setengah dari penduduk sipil Kherson telah meninggalkan wilayah itu selama perang.

Baca juga: Inilah 5 Skenario Akhir Perang Rusia & Ukraina, Putin Umumkan Genjatan Senjata Hingga Opsi Buruk Ini

Pada akhir Mei, pemerintahan yang didirikan Rusia di Kherson secara resmi menutup perbatasan wilayah itu dengan wilayah sekitar yang dikuasai pemerintah Ukraina.

Langkah itu dilakukan setelah titik keluar dari Kherson secara tidak resmi telah diblokir selama berminggu-minggu.

Pejabat Ukraina mengatakan siapa pun yang ingin meninggalkan wilayah itu akan dikirim ke Krimea.

Upaya-upaya oleh pemerintah yang didirikan Rusia di Kherson untuk menempatkan pangkalan militer, dan memajukan apa yang dikatakan pejabat AS dan Ukraina akan menjadi referendum palsu untuk menjadikan wilayah itu "Republik".

Pertempuran di Severodonetsk

Ukraina dapat menarik kembali militernya ke posisi yang lebih kuat di Severodonetsk, seorang pemimpin regional menyarankan pada hari Rabu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved