Human Interest Story

Kusuma Dewi Taklukan Gunung Agung di Usia 6.8 Tahun

Ni Putu Widya Kusuma Dewi (6.8), bocah dri Banjar Puragae, Pempatan, Kec. Rendang, Kab. Karangasem bahagia usai menaklukan gunung tertinggi di Bali.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Ni Putu Widya Kusuma Dewi (6.8), bocah dri Banjar Puragae, Pempatan, Kec. Rendang, Kab. Karangasem saat mendaki Gunung Agung, Jumat (10/6/2022). 

TRIBUN BALI. COM - Ni Putu Widya Kusuma Dewi (6.8), bocah dri Banjar Puragae, Pempatan, Kec. Rendang, Kab. Karangasem bahagia usai menaklukan gunung tertinggi di Bali.

Wajahnya berseri - seri setelah keinginannya naik Gunung Agung hingga ke puncaknya terealisasi.

Anak pertama pasangan suami istri (pasutri) I Wayan Ardana (29) dengan Ni Luh Nik Tresna Waati (28) naik kepuncak bersama kakek dan guide lain, Jumat 11 Juni 2022. 

Mereka berangkat mendaki sekitar pukul 05.30 wita, sampai di puncak 12.30 wita.

Sedangkan turun pkul 14.00 - 17.00 wita.

Ayah Ni Putu Widya Kusuma Dewi, Wayan Ardana, mengatakaan, keinginan Dewi mendaki Gunung Agung dikarenakan ingin melihat Karangasem dari puncak, serta ingin melihat aktivitaas ayah dan kakek yang brprofesi guide pendaki.

Dan terpenting ingin melihat panorama alam.

"Sesampainya dipuncak, Dewi sangat bahagia dan terkesima dengan keindahan alam dari puncak. Panorama alamnya membuat bahagia, serta takjub. Dia berencana akan naik kembali ke Gunung Agung,"ungkap Wayan Ardana pada Tribun Bali, Minggu 12 Juni 2022. 

Pria asli Banjar Dinas Puragae menceritakan perjalanan anaknya disaat mendaki Gunung Agung. Bocah berambut panjang memiliki keinginan dan niat besar naik ke Giri Maha Tohlangkir sejak usia 5.5 tahun dan baru terealisasi, Jumat 10 Juni 2022, atas persetujuan orang tuanya.

"Sejak usia 5.5 tahun brkeinginan naik ke Gunung Agung. Tetapi saya tak mengizinkan karena usianya masih kecil. Diusia 6.8 tahun baru saya bolehkan mendaki. Ini yang pertama mendakii,"imbuh Ardana, spaan akrabnya

Ni Putu Widya Kusuma Dewi (6.8), bocah dri Banjar Puragae, Pempatan, Kec. Rendang, Kab. Karangasem saat mendaki Gunung Agung, Jumat (10/6/2022).
Ni Putu Widya Kusuma Dewi (6.8), bocah dri Banjar Puragae, Pempatan, Kec. Rendang, Kab. Karangasem saat mendaki Gunung Agung, Jumat (10/6/2022). (istimewa)

Baca juga: BULE NGEYEL! Kembali Panjat Pohon Sakral di Tabanan, Ini Kata PHDI Bali

Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG LINK STREAMING PERSIB vs Bali United, Made Wirawan & Novri Setiawan Starter

Baca juga: STARTING XI PERSIB BANDUNG vs BALI UNITED: Maung Bandung Pincang, Bali United Full Team

Dewi naik ke Puncak bersama guide sekitad Puragae saat memasang pelakat dibeberapa pos di jalur Pendakian Puragae, Desa Pempatan. Ada 4 pos yang harus dilewati para pendaki melalui jalur Puragae. Setiap pos sudah diberikan plakat / plang. Medannya bervariative disetiap pos.

Selain memasang plakat atau plang, Ardana dan rombongan juga membersihkan dan menyervis jalur naik ke puncak. Mengingat jalur puragae merupakaan akses jalur pendakian yang baru dibuka beberapa tahun belakangaan. Jalur ini juga sering digunakan pendaki karena keindahannya

Dewi menempuh jalan sekitar 7 kilometer dari bawah ke puncak Gunung Agung. Berangkat mendaki dri pukul 05.30 wita, sampai dipuncak pukul 12.30 wita. Turun dari puncak pukul 14.00 wita, dan sampai pukul 17.00 wita. Dewi beerjalan sendiri selama mendaki. Orangtua & guide lain hanya mndamping

Dari naik gunung hingga turun beerjalan lancar, tanpa ada hambatan. Dewi sangat menikmati perjalanan ke puncak Gunung Agung. Tidak pernah meengeluh, dan merasakan sakit. Bocah ini merasa bahagia. Saat mendaki sempat istirahat 4 kali dibeberapa pos sembari memasang plakat.

Ni Putu Widya Kusuma Dewi (6.8), bocah dri Banjar Puragae, Pempatan, Kec. Rendang, Kab. Karangasem saat mendaki Gunung Agung, Jumat (10/6/2022).
Ni Putu Widya Kusuma Dewi (6.8), bocah dri Banjar Puragae, Pempatan, Kec. Rendang, Kab. Karangasem saat mendaki Gunung Agung, Jumat (10/6/2022). (ist)

"Saat turun sempat di gendong sebentar karena medan berbatuan. Takut terpeleset saat akan turun ke bawah. Setelah itu kembali lagi berjalan seendiri sampai rumah. Dewi turun dengan selamat, tidak ada keluhan kram luka. Dewi kembali bermain seperti biasa usai mendaki,"akui Wayan Ardana.

Ditambahkan, sebelum mendaki Dewi sudah terbiasa naik ke tanjakan. Biasanya dia membantu ibunya mencari rumput dilereng Gunung Agung. Dia sering mengayung sepeda, serta sudah terbiasa berjalan kaki ke atas. Rencananya Dewi kembali akan mendaki Gunung Agung ke puncak.

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved