Berita Badung
Buka Smash on Drugs di Bali, Komjen Golose Cerita Kengerian Narkoba di Amerika Selatan
Buka Smash on Drugs di Bali, Komjen Golose Cerita Kengerian Narkoba di Amerika Selatan, Amit-amit Terjadi di Indonesia
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Harun Ar Rasyid
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Komjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose bercerita parahnya peredaran gelap narkotika di Amerika Selatan.
Belum lama ini Golose berkunjung ke negara-negara di Amerika Selatan menandatangani kesepakatan kerjasama sekaligus mengengok kondisi mengerikannya kasus narkoba di sana.
Hal ini disampaikan Komjen Golose saat membuka International Table Tennis Championship 2022 Smash on Drugs di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, pada Minggu 19 Juni 2022.
"Produksi kokain di Kolombia meningkat, saya ke Argentina di sana banyak polisi dibunuh karena berantas narkotika," ujar Golose.
Mantan Kapolda Bali ini juga mengungkap pergeseran alur peredaran gelap narkotika, bahwa negara Panama telah berhasil disita sebanyak 134 Ton Kokain.
"Di Ekuador perkelahian di dalam Lapas meninggal dunia lebih dari 40 kartel baik dari Kolombia maupun Meksiko. Di sini kita lihat narkotika ini permaslahan global," tegasnya.
Oleh karena itu, di tanah air, Golose tidak hanya menggalakkan upaya hard power dalam strategi perang melawan narkoba melainkan juga soft power dan smart power.
"Strategi kita melaksanakan pemberantasan penanggulangan narkotika dengan soft power bagaimana melakukan pencegahan empoweering pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi," paparnya.
Strategi soft power ini ditunjukkan dengan menggelar kompetisi international table tennis championship 2022 bertajuk Smash on Drugs dan Bali dipilih menjadi venue penyelenggaraan acara.
"Dari bali kita tunjukkan tidak ada toleransi terhadap narkotika. Bali tidak boleh jadi destinasi narkoba para turis, karena pelaku narkotika cenderung berkerjasama dengan organize crime trans nasional, kita bukan produksi selain ganja tetapi banyak obat - obatan berasal dari jaringan internasional Segitiga Emas dan Bulan Sabit Emas," paparnya.
Sementara terkait kompetisi tennis meja internasional ini diikuti puluhan atlet top internasional dan ratusan atlet top nasional bakal mengikuti turnamen internasional tennis meja bertajuk Smash On Drugs yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di Bali.
"Tennis meja inj dipilih karena olahraga yang merakyat, di Bali kita lihat di setiap banjar maupun wilayah Indonesia lain di kelurahan banyak yang mengisi aktifitas positif dengan tennis meja ini dan kami mempromosikan olahraga yang merakyat ini selaras dengan mewujudkan Desa bersinar Bersih Narkoba," jelasnya.
Turnamen International Table Tennis Championship 2022 Smash on Drugs diikuti sebanyak 236 atlet mengambil venue di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, pada Minggu 19 Juni 2022 hingga Rabu 22 Juni 2022 dari opening ceremony hingga closing ceremony.
Babak penyisihan digelar hari Minggu, babak perempat final Hari Senin 20 Juni 2022, Semifinal Hari Selasa 21 Juni 2022 dan Final Hari Rabu 22 Juni 2022 dengan kategori pertandingan tunggal putra dan tunggal putri, serta ganda putra dan ganda putri.
