Berita Denpasar

16 Desa/Kelurahan Perbatasan di Denpasar Jadi Prioritas Vaksin Rabies, Baru Menyasar 7,54 Persen

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA. Gde Bayu Brahmasta mengatakan ketersedian vaksin rabies di Kota Denpasar sampai dengan bulan Juni sejumlah 2

Penulis: Putu Supartika | Editor: Harun Ar Rasyid
Foto Dinas Pertanian Kota Denpasar
Pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi di wilayah Sanur Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Vaksinasi rabies di Kota Denpasar terus digencarkan.

Dan hingga kini, sebanyak 6.767 ekor anjing yang sudah divaksin atau dengan persentase 7,54 persen.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA. Gde Bayu Brahmasta mengatakan ketersedian vaksin rabies di Kota Denpasar sampai dengan bulan Juni sejumlah 23.000.

Ketersediaan stok ini akan dimanfaatkan dengan sangat efektif mengingat populasi anjing di Denpasar, Bali saat ini diperkirakan sejumlah 89.796 ekor.

Pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi di wilayah Sanur Denpasar
Pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi di wilayah Sanur Denpasar (Foto Dinas Pertanian Kota Denpasar)

Salah satu lokasi yang dilakukan untuk tempat vaksinasi ini yakni Sanur.

“Target kami, untuk pelaksanaan vaksinasi anjing di kawasan Sanur sebanyak 70 persen dari populasi. Hal ini untuk memberikan kenyamanan terhadap wisatawan yang akan berkunjung ke Sanur,” katanya Sabtu, 25 Juni 2022.

Baca juga: Sempat Terhenti karena Kosong, Jembrana Dapat Tambahan 3.000 Dosis Vaksin Rabies

Selain vaksin, pihaknya juga melakukan pengendalian perkembangan anjing liar dengan melakukan sterilisasi.

Kegiatan sterilisasi dapat menekan populasi anjing yang berlebihan sehingga anjing liar yang berpotensi membawa virus rabies dapat dikendalikan.

Kegiatan vaksinasi akan dilakukan menyasar 16 desa/kelurahan yang merupakan kawasan perbatasan.

Seperti Sanur, Pemogan, Kelurahan Pedungan dan Kesiman Kertalangu yang merupakan kawasan perbatasan dengan Badung maupun Gianyar.

“Strateginya kita membuat immune belt . Jadi membuat antibodi yang mengelilingi kota Denpasar. Sehingga kita prioritaskan vaksinasi di daerah-daerah yang berbatasan dengan Badung dan Gianyar. Karena kita khawatir ada migrasi anjing ke wilayah Kota Denpasar,” katanya.

Tahun 2022 ini, vaksinasi rabies ini sudah dimulai sejak 4 April 2022 lalu.

Ia mengungkapkan saat ini pihaknya mengoptimalkan vaksinasi massal.

Namun untuk pelaksanaannya dilakukan secara door to door.

Dalam pelaksanaan vaksinasi ini, Dinas Pertanian menerjunkan delapan tim.

Dalam satu tim, ada dua orang dokter.

Artinya, setiap turun pihaknya menerjunkan 16 orang dokter.

Adapun masa berlaku kekebalan vaksin hanya 1 tahun dan maksimal 1.5 tahun.

Ia pun mengatakan, sejak tahun 2017 lalu, Denpasar masih tetap mempertahankan zero rabies. (*)

BREITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved