Berita Nasional
UPDATE Kasus Brigadir J, Tim INAFIS Mabes Polri Bawa Koper dari Rumah Singgah Kadiv PROPAM
Kali ini kabar terbaru, Tim Inafis Mabes Polri terlihat membawa koper hitam keluar dari rumah singgah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.
TRIBUN-BALI.COM - Update kasus penembakan Brigadir J, masih terus bergulir.
Kali ini kabar terbaru, Tim Inafis Mabes Polri terlihat membawa koper hitam keluar dari rumah singgah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Malam pada Selasa 12 Juli 2022, Tim Inafis Mabes Polri terlihat sudah menyelesaikan tugasnya.
Tepatnya sekitar pukul 23.17 WIB, ada dua petugas Tim Inafis Mabes Polri yang terlihat keluar membawa dua koper hitam.
Kedua Tim Inafis Mabes Polri ini, terpantau keluar dari sisi samping rumah singgah tersebut.
Baca juga: JANGGAL! Ayah BRIGADIR J Merasa Aneh Dengan Keterangan Mabes POLRI
Baca juga: LUKA TEMBAK Hingga LUKA Sajam Ditemukan Pada JENAZAH Brigpol YOSUA
Tim Inafis Mabes Polri ini, kemudian memasukkan koper-koper tersebut ke mobil Toyota Land Cruiser berwarna putih yang berada di depan rumah singgah.
Sementara itu, satu mobil Tim Inafis Mabes Polri berwarna oranye terparkir tepat di depan gerbang rumah singgah Irjen Ferdy Sambo.
Beberapa waktu berselang, kendaraan itu dan juga mobil Tim Inafis Mabes Polri yang terparkir di depan gerbang meninggalkan lokasi secara bersamaan.
Belum diketahui secara pasti apa saja isi dari dua koper hitam, yang dibawa Tim Inafis Mabes Polri tersebut.
Hingga kini, belum ada pihak kepolisian yang memberikan keterangan perihal isi koper hitam itu.
Untuk diketahui, aparat kepolisian kembali mendatangi kediaman Irjen Ferdy Sambo, di Komplek Polri pada Selasa (12/7/2022) malam.
Pihak kepolisian datang, guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), soal baku tembak dua anggota Polri, Brigadir J dan Bharada E.
Insiden penembakan polisi dengan polisi tersebut terjadi pada Jumat (8/7/2022) lalu sekitar pukul 17.00 WIB.
Adapun garis polisi terpasang, di samping rumah singgah Irjen Pol Ferdy Sambo, Selasa (12/7/2022) malam.
Pemasangan garis polisi di lokasi ini, bersamaan pihaknya melakukan olah TKP perihal kasus baku tembak ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo.
"Iya betul (sudah digaris polisi).
Awal olah TKP langsung digaris polisi," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit, saat dikonfirmasi.
Kronologi Penembakan Polisi vs Polisi
Sebelumnya diberitakan, Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ditembak mati oleh Bharada E, di kediaman Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).
Diketahui, Bharada E merupakan anggota Brimob yang bertugas sebagai pengawal Kadiv Propam.
Sedangkan Brigadir J adalah anggota Bareskrim yang ditugaskan sebagai sopir dinas istri Kadiv Propam.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, menyampaikan bahwa Brigpol Yosua atau Brigadir J ditembak mati.
Karena diduga melakukan pelecehan seksual, dan menodongkan pistol kepada istri Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo.
"Yang jelas gininya, itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam itu benar," ujar Brigjen Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (11/7/2022).
Brigjen Ahmad Ramadhan, menuturkan bahwa fakta itu diketahui berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
Dua saksi yang diperiksa diantaranya adalah Istri Kadiv Propam dan Bharada E.
"Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan, bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” ungkap Brigjen Ahmad Ramadhan.
Brigjen Ahmad menuturkan bahwa Istri Kadiv Propam disebut, berteriak akibat pelecehan yang diduga dilakukan Brigadir J.
Teriakan permintaan tolong tersebut pun didengar oleh Bharada E, yang berada di lantai atas rumah.
Menurutnya, kehadiran Bharada E pun Brigadir J menjadi panik.
Saat ditanya insiden itu, Brigadir J malah melepaskan tembakan kepada Bharada E yang berdiri di depan kamar.
“Pertanyaan Bharada E direspon oleh Brigjen J, dengan melepaskan tembakan pertama kali kearah Bharada E,” tukas Brigjen Ahmad Ramadhan.
Baru Diungkap Setelah 4 Hari
Polri mengungkap alasan mengapa baru mengungkap kasus penembakan polisi vs polisi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo tersebut.
Diketahui, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas ditembak rekannya, Bharada E pada Jumat (8/7/2022).
Namun, Mabes Polri baru angkat suara soal insiden tersebut pada Senin (11/7/2022).
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, berdalih pihaknya melakukan pemeriksaan hingga penelusuran terlebih dahulu.
"Kami lakukan pemeriksaan dulu, penelusuran dulu," kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/7/2022).
Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, kasus ini terungkap berawal dari laporan Irjen Pol Ferdy Sambo ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut setelah itu pihaknya melakukan olah TKP, dilakukan setelah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Jakarta Selatan.
"Menghubungi Kapolres Jaksel dan selanjutnya dilakukan olah TKP," ungkapnya.
Bela Diri
Secara resmi Kepolisian RI menyatakan bahwa Bharada E, hanya melindungi diri saat menembak mati Brigadir J di rumah Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) lalu.
"Perlu kami sampaikan bahwa tindakan yang dilakukan Bharada E adalah tindakan untuk melindungi diri, karena ancaman dari Brigadir J itu sendiri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/7/2022).
Brigjen Ahmad Ramadhan, menyatakan bahwa Bharada E hanya melakukan pembelaan ketika ditembak duluan oleh Brigadir J.
Sebaliknya, tidak ada serangan terlebih dahulu yang dilakukan oleh Brigadir J.
"Jadi ini bukan serangan.
Tapi pembelaan, jadi Bharada E melakukan pembelaan ketika mendapatkan ancaman dari Brigadir J dengan tembakan," ungkap Ramadhan.
Lebih lanjut, Ramadhan menuturkan bahwa tindakan yang dilakukan Bharada E hanya berupa balasan atas tembakan Brigadir J.
"Jadi bukan menodong, tapi sudah melakukan penembakan terhadap Bharada E.
Sehingga Bharada E melakukan tembakan pembalasan," pungkasnya.
Kadiv Propam Tak di Rumah
Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, disebut tak berada di kediamannya saat insiden penembakan Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kepada Bharada E pada Jumat (8/7/2022).
"Jadi waktu kejadian penembakan tersebut Pak Sambo, Pak Kadiv, tidak ada di rumah tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (11/7/2022).
Ia menuturkan bahwa Irjen Ferdy Sambo, sedang keluar rumah untuk melakukan tes PCR Covid-19 saat insiden penembakan tersebut.
"Pada saat kejadian, Kadiv Propam tidak ada di rumah karena sedang PCR test," ungkapnya.
Lebih Lanjut, Ramadhan menuturkan bahwa Irjen Ferdy Sambo baru mengetahui adanya peristiwa itu setelah ditelepon oleh istrinya.
Seusai itu, dia langsung melihat Brigadir J yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.
"Setelah kejadian, Ibu (Istri) Sambo menelpon Pak Kadiv Propam.
Kemudian datang, setelah tiba di rumah Pak Kadiv Propam menerima telpon dari ibu.
Pak Kadiv Propam langsung menelpon Polres Jaksel dan Polres Jaksel melakukan olah TKP di rumah beliau," pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Keluar dari Rumah Singgah Kadiv Propam di Duren Tiga, Tim Inafis Mabes Polri Bawa Koper.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kali-ini-kabar-terbaru-tim-inafis-mabes-polri-terlihat-membawa-koper-hitam.jpg)