Berita Karangasem

Penutupan Pasar Hewan di Karangasem Diperpanjang

Penutupan Pasar  Hewan di Karangasem diperpanjang sesuai surat dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag)

Istimewa
Ilustrasi sapi - Penutupan Pasar Hewan di Karangasem Diperpanjang 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Penutupan Pasar  Hewan di Karangasem diperpanjang sesuai surat dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, Perdagangan ( Diskoperindag) Karangasem. Nomor 510/1391/ Diskoperingdag/DAG tentang perpanjangan penutupan pasar.

Pasar hewan yang diperpanjang penutupannya sebanyak tiga pasar.

Yakni Pasar Hewan Bebandem, Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem. Pasar Hewan Pempatan, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, dan terakhir Pasar Hewan Rubaya, Desa Tulamben Kecamatan Kubu, Karangasem.

Baca juga: Hendak Dihidupkan Tiba-Tiba Terdengar Ledakan, Kebakaran Motor di Karangasem Kejutkan Warga

Kepala Diskopperindag Karangasem, Gede Loka Santika, mengatakan, penutupan dilakukan hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Tujuannya untuk mengantisipasi penyebaran PMK (penyakit mulut dan kuku) di Karangasem yang ditemukan petugas di lapangan, dan  sudah merebak.

"Menutup operasional pasar hewan sampai batas waktu yang tak ditentukan. Untuk hal teknis lainnya bisa dikoordinasikan dengan Satgas PMK Karangasem,"ungkap Gede Loka Santika, Selasa (19/7/2022) siang kemarin.

Baca juga: PHRI Karangasem Sebut Banyak Wisatawan Tunda Liburan, Aturan Vaksin Booster Jadi Salah Satu Sebab

Perpanjangan penutupan pasar hewan di Karangasem sesuai surat intruksi Pemerintah Provinsi Bali. Penutupan ini  buntut dari kasus PMK di Kab. Karangasem.

Di mana petugas hewan menemukan kasus di Menanga, Kecamatan Rendang serta Lingkungan Segerakaton, Kecamatan Karangasem.

Selama penutupan pasar hewan, petugas Disperindag akan melaksanakan penyemprotan disinfektan dan pembersihan di Pasar Hewan.

Dengan harapan, penyebaran virus bisa ditekannya.

Baca juga: Hujan Semalaman, Hewan Reptil Masuk Rumah Meningkat di Karangasem

Pihaknya  berharap kasus PMK tidak menyebar signifikan. Peternak harus rajin membersihkan kandang.

Untuk diketahui, sebanyak 7 ekor sapi di Karangasem positif terserang penyakit mulut dan kaki  (PMK).

Rinciannya yakni 4 ekor ditemukan di Desa Menanga, dan 3 ekor ditemukan di daerah Lingkungan Segara Katon. Sedangkan yang suspect sebanyak ratusan ekor dan dikirim ke Denpasar. (*)

Berita lainnya di Berita Karangasem

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved