Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Kesehatan

CATAT, Begini Jenis Pekarangan Rumah yang Kurang Baik, Mulai dari Sakit hingga Terkena Desti

Apakah saat ini anda berencana membeli tanah untuk kemudian dijadikan tempat tinggal ?

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Marianus Seran
Haorahman
Pekarangan rumah Rina Covi Cahyani yang dijadikan kebun mini, di Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Apakah saat ini anda berencana membeli tanah untuk kemudian dijadikan tempat tinggal ?

Rasanya perlu untuk memperhatikan konsep “Asta Kosala-Kosali” sebagai nilai adat, budaya, maupun agama dalam masyarakat Bali.

Nampaknya, tak semua jenis pekarangan baik dijadikan tempat tinggal.

Jika salah memilih, dipercaya dapat menyebabkan si pemilik rumah mengalami sakit hingga mudah terkena desti, teluh, terang jana.

Buku “Arsitektur Rumah Tradisional Bali” yang ditulis berdasarkan konsep “Asta Kosala-Kosali” oleh Ngakan Ketut Acwin Dwijendra menjabarkan, terdapat beberapa kriteria pekarangan yang dianggap kurang baik untuk dijadikan tempat tinggal.

Baca juga: NAGITA SLAVINA & Mama Amy Bongkor Sifat Asli Raffi Ahmad, Sebut Lempeng dan Mudah Dimintai Tolong

Berikut penjabaran pekarangan yang dianggap kurang baik menurut konsep “Asta Kosala-Kosali”

1. Karang Manyelengking

Pekarangan yang disebut Karang Manyelengking adalah pekarangan yang di dalamnya terdapat dua sanggah (tempat persembahyangan Umat Hindu yang berada di rumah masing-masing) dari dua golongan atau wangsa yang berbeda. 

Perkarangan jenis ini dipercaya dapat menyebabkan si pemilik rumah mudah terkena penyakit.

2. Karang Boros Wong

Pekarangan yang dikategorikan sebagai Karang Boros Wong adalah pekarangan yang memiliki dua pintu masuk atau kori dengan ukuran yang sama. Dipercaya dapat menyebabkan pekarangan tersebut panas.

3. Karang Suduk Angga

Karang Suduk Angga adalah pekarangan yang dibatasi oleh sebua turus. Kemudian akar turus tersebut masuk ke pekarangan penyanding.

Turus adalah tiang atau tonggak yang terbuat dari kayu dan sebagainya guna mengukuhkan pagar. Penjelasan lain dari turus adalah batang pohon atau tiang pada pagar.

Baca juga: BIN Bali Kembali Gelar Vaksin, dan Beri Bantuan Paket Gula

4. Karang Panas 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved