Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

KISAH PUTU ADHI Jadi Lulusan Terbaik IPDN 2022, Ingin Jadi Gubernur Bali

Ditanya kenapa ingin jadi gubernur Bali, saat itu Putu Adhi beralasan dirinya ingin membuat program-program bagi orang yang kurang mampu.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
istimewa
I Putu Adhi Suryanata. (ist).Ditanya kenapa ingin jadi gubernur Bali, saat itu Putu Adhi beralasan dirinya ingin membuat program-program bagi orang yang kurang mampu. 

Karena sekolah di situ yang tidak memerlukan biaya lagi (tidak membebani orangtua).

Sebab, jika lanjut ke universitas umum, orangtua tidak ada dana.

Saya memilih sekolah di kedinasan supaya tidak ada biaya lagi.

Semuanya adalah beasiswa.

Pada saat di Bali Mandara pun kan juga (beasiswa),” terang Putu Adhi.

Menurut dia, kondisi ekonomi orangtuanya merupakan salah-satu motivasi besar dirinya untuk gigih dalam meraih cita-cita.

Tak tanggung-tanggung, saat menjawab psikotes di IPDN, ia menulis ingin menjadi gubernur Bali.

Ditanya kenapa ingin jadi gubernur Bali, saat itu Putu Adhi beralasan dirinya ingin membuat program-program bagi orang yang kurang mampu.

Dengan demikian, anak-anak bangsa yang kurang mampu kondisi ekonominya seperti dirinya dapat bersekolah dengan baik, dan menggapai cita-citanya.

I Putu Adhi Suryanata. (ist).Ditanya kenapa ingin jadi gubernur Bali, saat itu Putu Adhi beralasan dirinya ingin membuat program-program bagi orang yang kurang mampu.
I Putu Adhi Suryanata. (ist).Ditanya kenapa ingin jadi gubernur Bali, saat itu Putu Adhi beralasan dirinya ingin membuat program-program bagi orang yang kurang mampu. (istimewa)

“Motivasi saya adalah untuk mensejahterakan orang-orang seperti saya (kesulitan perekonomian).

Jadi, tips dari saya adalah pemuda Bali, mari bekerja keras.

Bagaimanapun tantangannya, pokoknya hadapi apa yang ada di depan, jalan terus.

Gak usah dipedulikan omongan orang,” tegasnya.

Untuk aktivitas sehari-hari di IPDN, menurut Putu Adhi, dimulai dari pagi hari yakni bangun sekitar pukul 04.45 WIB.

Untuk mahasiswa Muslim, mereka bersiap menjalankan solat, dan yang non Muslim mempersiapkan diri untuk olahraga pagi.

Kemudian, semua mahasiswa mengikuti kegiatan aerobik bersama.

Mereka berkumpul di lapangan parade.

Di sana, seluruh mahasiswa melaksanakan aerobik serta lari keliling kampus dua kali, dan balik ke lapangan parade.

Kemudian, ada penguatan fisik yakni dengan push up dan shit up.

Selesai sekitar pukul 07.00 WIB, para mahasiswa membersihkan diri dengan mandi.

Kemudian, memakai seragam dan apel sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah apel, mereka mulai mengikuti perkuliahan pukul 08.00 WIB.

“Perkuliahan dalam sehari ada tiga mata kuliah.

Dari satu mata kuliah ke yang lain kadang ada istirahat, kadang tidak.

Sebab, perpindahan tempat untuk mata kuliah yang berbeda itu jauh gedungnya,” kata dia.

Setelah makan siang bersama di gedung, kemudian dimulai lagi perkuliahan lanjutan sekitar pukul 13.30 WIB hingga 15.30 WIB.

“Sore hari, mahasiswa melakukan kegiatan mandiri. Ada yang olahraga atau kegiatan organisasi. Saya ikut drum band itu tadi,” bebernya.

Tu Adhi menambahkan, saat ini dirinya sedang menunggu untuk pelantikan yang menurut jadwal akan digelar pada 2 Agustus 2022 mendatang.

Setelah pelantikan, para lulusan IPDN akan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di daerah masing-masing. Nah setelah satu tahun akan ada SK pengangkatan PNS.

“Nanti biasanya yang 10 besar akan ditempatkan di kementerian pusat,” imbuhnya.(i made ardhiangga ismayana).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved