Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

MotoGP

MotoGP Membosakan? Marc Marquez dan Pecco Bagnaia Ungkap Hal Ini

beberapa waktu lalu muncul topik bahwa saat ini balapan MotoGP mulai membosankan. Alasannya motor makin kencang tapi malah membuat pembalap minim...

Editor: Ahmad Firizqi Irwan
AFP/FILIPPO MONTEFORTE
Pembalap tim Ducati Francesco Bagnaia (Depan) dan para rider lainnya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kabar MotoGP hari ini, rider Repsol Honda yakni Marc Marquez pernha mengungkapkan jika ajang balapan motor dunia tersebut dirasa membosankan.

Ternyata ia mengatakan penyebabnya karena ada perangkat aerodinamika di ajang MotoGP.

Meskipun mulai membosankan, namun MotoGP masih menjadi ajang yang menarik untuk diikuti perkembangannya.

Baca juga: Takaaki Nakagami di MotoGP Belum Jelas, Santer Diisukan Bergabung di WSBK

Dikutip dari Kompas.com, beberapa waktu lalu muncul topik bahwa saat ini balapan MotoGP mulai membosankan.

Alasannya motor makin kencang tapi malah membuat pembalap minim salip-salipan.

Topik ini pernah diungkap oleh Marc Marquez yang menyebutnya imbas dari perangkat aerodinamika.

Kemudian wacana itu makin besar setelah Repsol selaku sponsor Honda di MotoGP ikut buka suara.

Baca juga: Ditinggal Jak Miller di MotoGP 2023, Paolo Ciabatti Harapkan Ducati Bisa Raih Poin Maksimal

Namun, pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia kurang setuju dengan pernyataan-pernyataan tersebut.

Menurut Pecco tidak ada pebalap yang kesulitan menyalip lawan di depannya apabila motornya memang kencang.

“Saya rasa tidak dan Fabio (Quartararo) juga setuju dengan saya. Dalam balapan di mana saya harus pulih, saya melakukannya dan menyusul,” kata Pecco mengutip Crash.net, Minggu 31 Juli 2022.

“Tentu, aerodinamika membuat lebih banyak turbulensi dan juga harus dikatakan bahwa kami selalu mencapai batas, jadi dalam situasi ini sangat mudah melebar dan membuat kesalahan,” ucap dia.

Baca juga: Brad Binder: Saya Berharap Bisa Membuat Langkah Lebih Jauh di MotoGP

Faktanya, beberapa pembalap termasuk juara dunia delapan kali yaitu Marquez menentang inovasi aerodinamika, baik itu winglet atau perangkat pengatur tinggi motor.

“Pada saat yang sama, jika Anda lebih cepat, Anda tidak memiliki masalah, seperti yang ditunjukkan oleh Rins yang start terakhir di Portimao dan finis keempat, atau saya sendiri yang start terakhir dan finis kedelapan, atau di Mugello yang setelah start saya finis kesembilan dan menang,” kata Pecco.

“Singkatnya, jika Anda memiliki potensi, Anda dapat mengatasinya,” kata Bagnaia.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bagnaia Bantah MotoGP Monoton karena Kurang Salip-salipan

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved