Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sport

GIRI Rombak Strategi Olahraga, Pasang Target 5 Besar PON 2028, Pengurus KONI Bali 2026-2030 Dilantik

Pengukuhan Pengurus KONI Bali 2026-2030 langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman.

Tayang:
TRIBUN BALI/ADRIAN AMURWONEGORO
Ketum KONI Bali, I Nyoman Giri prasta memberikan sambutan dalam Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KONI Bali 2026-2030 di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Jumat (15/5).  

TRIBUN-BALI.COM - I Nyoman Giri Prasta resmi menakhodai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali masa bakti 2026-2030 setelah melalui prosesi pengukuhan dan pelantikan di Kantor Gubernur Bali, pada Jumat (15/5). Pengukuhan Pengurus KONI Bali 2026-2030 langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman.

Giri Prasta langsung memasang target bagi kontingen Bali pada ajang multievent empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON). Wakil Gubernur Bali ini menegaskan, Bali harus mampu memperbaiki peringkat di klasemen akhir PON Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) XXII/2028.

Jika sebelumnya Bali berada di posisi ketujuh, pada PON XXII/2028, Bali membidik posisi lima besar sebagai target realistis. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia telah menyiapkan sistem pembinaan yang terukur, dimulai dari inventarisasi data atlet peraih medali.

“Bukan ke empat besar, tapi lima besar. Dari tujuh ke lima besar. Kita akan mencari peluang sebagus mungkin. Yang pertama harus kita lakukan inventarisasi medali emas, perak, dan perunggu yang sudah diraih atlet kita,” kata Giri Prasta saat ditemui usai pelantikan kemarin.

Baca juga: KONI Pusat Minta Posisi Strategis Giri Prasta Harus Dioptimalkan Untuk Pembangunan Olahraga Di Bali

Baca juga: KONI Buleleng Bali Siapkan Sponsorship Untuk Atlet, Akui Anggaran Terbatas

“Kita harus memberikan motivasi bagaimana yang belum juara ini bisa berprestasi. Di sini ada yang maksudnya priority audience, semua prioritas tapi ada yang lebih urgent,” ujar dia.

Giri Prasta menegaskan perubahan cabang olahraga (cabor) yang dipertandingan dan dilombakan pada PON XXII/2028 tidak menjadi hambatan bagi kontingen Bali. Pada PON XXII/2028 ada beberapa cabor unggulan Bali yang kemungkinan tidak dipertandingkan. 

Menurutnya, motivasi gerakan untuk kepentingan olahraga harus tetap berjalan agar kemenangan bisa diraih. Pihaknya telah mengantongi database lengkap mengenai atlet dan cabor potensial untuk segera diajak berkoordinasi.

“Databasenya sudah kita ada, termasuk orangnya untuk cabornya. Nanti akan kita undang, kita ajak duduk bersama untuk memberikan arahan serta proteksi yang baik guna mempertahankan prestasi tersebut,” ujarnya.

Giri Prasta menaruh perhatian serius pada kualitas kepelatihan. Alih-alih bergantung penuh pada pelatih luar, ia lebih memilih untuk meningkatkan kapasitas pelatih lokal Bali melalui program Training of Trainer (TOT). Ia menginginkan pelatih-pelatih Bali memiliki kapasitas internasional agar ilmu yang diberikan kepada atlet benar-benar mutakhir. “Jangan sampai kapasitas tidak dimiliki oleh pelatih kita sendiri,” tegasnya.

Strategi besar lainnya yang diusung adalah integrasi olahraga ke dalam sistem pendidikan untuk menjamin regenerasi atlet, seperti munculnya bibit-bibit kelas dunia baru di masa depan. Giri Prasta berencana menggerakkan Dinas Pendidikan dan kepala daerah se-Bali untuk menyelaraskan kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK dengan cabang olahraga yang dipertandingkan di PON.

“Kita menginginkan ada regenerasi, jangan sampai putus karena usia. Saya akan minta kepada kepala sekolah melalui Kabupaten/Kota agar ekstrakurikuler itu disambungkan dengan cabor di PON. Kita ingin mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga,” jelasnya.

Dari sisi teknis dan infrastruktur, Giri Prasta berkomitmen memasukkan unsur sport science dalam pembinaan atlet. Dirinya mengakui selama ini Bali sering tertinggal dari provinsi-provinsi di Jawa. Namun ia optimistis Bali bisa bersaing ketat untuk mendulang medali emas. 

Persiapan ini didukung dengan rencana renovasi dan pembangunan venue olahraga berstandar internasional di Bali. Satu di antaranya pengembangan fasilitas olahraga Dayung di Tanjung Benoa pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini diambil agar atlet Bali tidak lagi harus mengungsi ke Jawa Barat hanya untuk melakukan latihan rutin.

Giri Prasta juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terkait penambahan anggaran dana hibah gelaran Porprov 2027 guna mendukung kesiapan total menuju PON 2028. 

Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KONI Bali Masa Bakti 2026-2030 melalui Surat Keputusan Nomor 56 Tahun 2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 29 April 2026. Giri Prasta terpilih sebagai Ketua KONI Bali hasil Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali pada 23 Maret 2026 lalu. Dalam struktur pengurusan yang baru ini, Giri Prasta didampingi figur-figur yang mengolaborasikan politikus dan integritas para veteran olahraga.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved