Berita Karangasem

GEMPA Karangasem, Bangunan Rusak Diusulkan Dapat Dibantu Provinsi Bali

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem (BPBD Karangasem),  berencana mengusulkan bantuan perbaikan terhadap rumah yang rusak akibat gempa.

Net/google
Ilustrasi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem (BPBD Karangasem),  berencana mengusulkan bantuan perbaikan terhadap rumah yang rusak sedang akibat gempa, Jumat (29/7/2022) malam hari. Usulan akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Bali. Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan bangunan yang alami kerusakan capai 34 unit. Terbesar di dua desa. Yakni Desa Tianyar serta Tianyar Barat, Kecamataan Kubu. Kerusakannya meliputi bangunan rumah, sanggah milik warga, fasilitasi umum, dan sekolah. 

TRIBUN-BALI.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem ( BPBD Karangasem),  berencana mengusulkan bantuan perbaikan terhadap rumah yang rusak sedang akibat gempa, Jumat (29/7/2022) malam hari.

Usulan akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Bali.

Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan bangunan yang alami kerusakan capai 34 unit.

Terbesar di dua desa.

Yakni Desa Tianyar serta Tianyar Barat, Kecamataan Kubu.

Kerusakannya meliputi bangunan rumah, sanggah milik warga, fasilitasi umum, dan sekolah.

Baca juga: GUSTUT Arimbawa Sebut Gempa Bumi Karangasem Tak Berpotensi Tsunami

Baca juga: BREAKING NEWS: Bali Diguncang Gempa Bumi, Terasa di Denpasar, Hingga Gianyar

Ilustrasi -Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem (BPBD Karangasem),  berencana mengusulkan bantuan perbaikan terhadap rumah yang rusak sedang akibat gempa, Jumat (29/7/2022) malam hari.

Usulan akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Bali.

Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan bangunan yang alami kerusakan capai 34 unit.

Terbesar di dua desa.

Yakni Desa Tianyar serta Tianyar Barat, Kecamataan Kubu.

Kerusakannya meliputi bangunan rumah, sanggah milik warga, fasilitasi umum, dan sekolah.
Ilustrasi -Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem (BPBD Karangasem),  berencana mengusulkan bantuan perbaikan terhadap rumah yang rusak sedang akibat gempa, Jumat (29/7/2022) malam hari. Usulan akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Bali. Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan bangunan yang alami kerusakan capai 34 unit. Terbesar di dua desa. Yakni Desa Tianyar serta Tianyar Barat, Kecamataan Kubu. Kerusakannya meliputi bangunan rumah, sanggah milik warga, fasilitasi umum, dan sekolah. (Net/google)

"Dari 34 bangunan yang rusak, yakni 27 bangunan di Desa Tianyar Barat.

Sedangkan sisanya di Tianyar.

Rata - rata bangunan yang rusak hanya alami rusak ringan.

Untuk yang rusak sedang akan kami usulkan ke Provinsi Bali.

Sedangkan rusak berat tidak ada,"ungkap Ketut Arimbawa, Selasa (2/8/2022).

Untuk bangunan yang rusak ringan, hanya mengalami kerusakan bagian atap.

Seperti genteng pecah, dan ada beberapa tembok yang mengalami kerusakan.

Masyarakat di Tianyar Barat dan Tianyar sudah tenang pasca gempa bumi.

Warga sempat panik saat gempa menguncangnya.

"Dari 34 bangunan yang rusak, yakni 27 bangunan di Desa Tianyar Barat. Sedangkan sisanya di Tianyar. Rata - rata bangunan yang rusak hanya alami rusak ringan. Untuk yang rusak sedang akan kami usulkan ke Provinsi Bali. Sedangkan rusak berat tidak ada,"ungkap Ketut Arimbawa, Selasa (2/8/2022). Untuk bangunan yang rusak ringan, hanya mengalami kerusakan bagian atap. Seperti genteng pecah, dan ada beberapa tembok yang mengalami kerusakan. Masyarakat di Tianyar Barat dan Tianyar sudah tenang pasca gempa bumi. Warga sempat panik saat gempa menguncangnya. (antara)

"Geografis Desa Tianyar dan Tianyar Barat, hampir mirip dengn Desa Ban, Kecamatan Kubu.

Daerah di Kecamatan Kubu sebagian besar dilalui patahan sesar.

Warga harus hati dan tetap waspada,"  imbau IB Ketut Arimbawa, pejabat asal Singaraja.

Untuk diketahui, gempa bumi kekuatan 4.6 SR dirasakan warga Karangasem, Jumat (29/7/2022) malam.

Beberapa rumah penduduk dan fasilitas umum, di Tianyar dan Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, alami kerusakan ringan.

Satu diantaranya retak, dan genteng berjatuhan.

Untuk Desa Tianyar Barat, rumah yang rusak ringan sebanyak 20 unit.

Tersebar di beberapa banjar.

Seperti di Banjar Tegalsari, Batu Mi Yeh, Banjar Bengklok, dan lainnya.

Balai Banjar Batu Mi Yeh, rusak atap.

Di Pura Dadia Karang Jajar pelinggihnya rusak.

SD N 5 dan Puskesdes rusak bagian atapnya.

"Kalau di Desa Tianyar ada 6 unit yang rusak ringan.

Yakni 4 unit di Banjar Penginyahan, 1 unit di Banjar Moncol.

Dan sisanya di Banjar Dinas Tunas Sari," ungkap Arimbawa, sapaan akrabnya.

Mantan Kabid Damkar menambahkan, gempa bumi sempat membuat panik masyarakat di Desa Tianyar dan Tianyar Barat.

Mereka panik lantaran takut adanya tsunami.

Petugas sudah menyampaikannya melalui tokoh - tokoh di desa, jika tidak ada tanda - tanda tsunami sekitar Pantai Tianyar. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved