Berita Nasional

Senator Australia Pauline Hanson Sebut Turis Australia Rawan Bawa Wabah PMK Sepulang dari Bali

Senator Australia Pauline Hanson mengatakan jika warganya yang berkunjung ke Bali beresiko menyebabkan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Vaksinasi PMK terhadap ternak di Klungkung beberapa waktu lalu. enator Australia Pauline Hanson mengatakan jika warganya yang berkunjung ke Bali beresiko menyebabkan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 4 Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM Senator Australia Pauline Hanson Sebut Turis Australia Rawan Bawa Wabah PMK Sepulang dari Bali

Senator Australia Pauline Hanson mengatakan jika warganya yang berkunjung ke Bali beresiko menyebabkan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal tersebut pun disampaikannya dalam pembicaraan bersama Menteri Pertanian, Kelautan dan Kehutanan Australia pada 4 Agustus 2022.

Dalam transcript perbincangan yang didapat Tribun-Bali.com dari situs resmi Parliament Australia pada Sabtu 6 Agustus 2022. Pauline Hanson menyebut Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan ancaman serius bagi keamanan hayati Australia

Menurutnya turis Australia rawan membawa wabah PMK sepulang dari Bali.

“Bali benar-benar beda dari negara lain. Sapi berkeliaran di jalan, Sapi membuang kotoran di jalanan. Orang-orang menginjak kotorannya. Kotoran tersebut terbawa di pakaian dan di orangnya dan kembali ke negeri ini (Australia),” ujarnya dikutip Tribun-Bali.com dari Kanal YouTube Pauline Hanson's Please Explain pada Sabtu 6 Agustus 2022.

Lebih lanjut Pemimpin One Nation itu pun meminta kepada kepada Wakil Presiden Australia untuk menutup sementara pintu masuk dari Australia ke Bali.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi PMK di Denpasar Sudah Mencapai 89,91 Persen

“Jika kita bisa menutup pintu masuk untuk COVID, kenapa tidak untuk penyakit ini sampai berhasil diberantas?” jelasnya.

Menurutnya, PMK ini dapat dibawa pelancong melalui lubang hidung mereka untuk waktu sekitar 26 hingga 28 jam.

“Sebenarnya wisatawan bisa membawanya (PMK) di hidung mereka, di lubang hidung untuk periode 26 sampai 28 jam. Apa permasalahnnya jika menutup penebarngan jika untuk COVID kita sangat gampang, tetapi untuk ini (PMK) tidak bisa? Hingga PMK terkontrol di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved