Bali United
Sepakbola jadi Ruang Inklusif: Blind Semeton Dewata Dukung Langsung Bali United di Dipta
Sepakbola memang seharusnya menjadi bukan barang yang ekslusif yang hanya bisa dinikmati segelintir orang.
Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM - Sepakbola memang seharusnya menjadi bukan barang yang ekslusif yang hanya bisa dinikmati segelintir orang.
Sepakbola musti bergerak sebagai ruang-ruang inklusif bagi setiap orang.
Sepakbola tidak boleh memandang latar belakang, ras, politik atau keterbatas fisik.
Sebagai olahraga paling populer di Indonesia, sepakbola harus bisa dinikmati semua kalangan, termasuk para penyandang disabilitas tunanetra.
Selain itu, kecintaan kepada suatu hal tidak boleh dibatasi karena merupakn hak setiap individu.
Hal ini lah yang terlihat pada pertandingan Liga 1 antara Bali United vs RANS Nusantara FC, Kamis 4 Agustus 2022.
Suporter Bali United dengan latar belakang penyandang tunanetra datang mendukung klub kebanggan mereka.
Fans Bali United yang tergabung dalam “Blind Semeton Dewata” datang langsung di Stadion Kapten I Wayan Dipata Gianyar.
Sedikitnya 20 Blind Semeton Dewata ikut larut dalam pertandingan yang dimenangkan Bali United dengan skor tipis, 3 - 2.
Pande Putu Rifan yang merupakan bagian dari Blind Semeton Dewata mengatakan Blind Semeton Dewata merupakan kumpulan suporter Bali United yang juga merupakan penyandang tunanetra.
“Kebetulan ada beberapa anak dari yayasan yang tergabung ke dalam satu komunitas yang bernama “Blind Semeton Dewata”,"
"Jadi ini adalah perkumpulan anak-anak tunanetra yang ada di Bali yang berkumpul menjadi satu grup,” ujar Rifan.
Rifan mengatakan bahwa menonton di stadion memiliki kelebihan tersebdiri.
Ia menyebut, euforia di dalam stadion berbeda dengan menonton di rumah.
Selain itu, ada juga pendamping yang bisa melihat untuk mendeskripsikan jalannya pertandingan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mxzcm-zxc-xc.jpg)