Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Sepakbola jadi Ruang Inklusif: Blind Semeton Dewata Dukung Langsung Bali United di Dipta

Sepakbola memang seharusnya menjadi bukan barang yang ekslusif yang hanya bisa dinikmati segelintir orang.

Tayang:
Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Harun Ar Rasyid
Baliunited.com
“Blind Semeton Dewata” saat menonton Bali United vs RANS, Kamis Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM -  Sepakbola memang seharusnya menjadi bukan barang yang ekslusif yang hanya bisa dinikmati segelintir orang.

Sepakbola musti bergerak sebagai ruang-ruang inklusif bagi setiap orang. 

Sepakbola tidak boleh memandang latar belakang, ras, politik atau keterbatas fisik. 

Sebagai olahraga paling populer di Indonesia, sepakbola harus bisa dinikmati semua kalangan, termasuk para penyandang disabilitas tunanetra. 

“Blind Semeton Dewata” saat menonton Bali United vs RANS, Kamis Agustus 2022.
“Blind Semeton Dewata” saat menonton Bali United vs RANS, Kamis Agustus 2022. (Baliunited.com)

Selain itu, kecintaan kepada suatu hal tidak boleh dibatasi karena merupakn hak setiap individu. 

Hal ini lah yang terlihat pada pertandingan Liga 1 antara Bali United vs RANS Nusantara FC, Kamis 4 Agustus 2022.

Suporter Bali United dengan latar belakang penyandang tunanetra datang mendukung klub kebanggan mereka. 

Fans Bali United yang tergabung dalam “Blind Semeton Dewata” datang langsung di Stadion Kapten I Wayan Dipata Gianyar.

Sedikitnya 20 Blind Semeton Dewata ikut larut dalam pertandingan yang dimenangkan Bali United dengan skor tipis, 3 - 2. 

Pande Putu Rifan yang merupakan bagian dari Blind Semeton Dewata mengatakan Blind Semeton Dewata merupakan kumpulan suporter Bali United yang juga merupakan penyandang tunanetra. 

“Kebetulan ada beberapa anak dari yayasan yang tergabung ke dalam satu komunitas yang bernama “Blind Semeton Dewata”,"

"Jadi ini adalah perkumpulan anak-anak tunanetra yang ada di Bali yang berkumpul menjadi satu grup,” ujar Rifan.

Rifan mengatakan bahwa menonton di stadion memiliki kelebihan tersebdiri. 

Ia menyebut, euforia di dalam stadion berbeda dengan menonton di rumah. 

Selain itu, ada juga pendamping yang bisa melihat untuk mendeskripsikan jalannya pertandingan. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved