Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Info Populer

Mengenal Gurun Sahara di Afrika, Terluas di Dunia, Membentang hingga 10 Negara

Gurun Sahara yang mencakup lebih dari 3.500.000 mil persegi atau 9.000.000 km persegi ini, terletak di bagian utara Afrika.

Editor: Sabrina Tio Dora Hutajulu
PIXABAY
Gurun Sahara di Afrika, Terluas di Dunia, Membentang hingga 10 Negara 

Selain itu juga banyak spesies laba-laba, kalajengking, dan artropoda kecil lainnya hidup di Sahara.

Unta adalah salah satu hewan paling ikonik di Sahara.

Baca juga: Kumpulan Twibbon Sambut Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2022, Download Sekarang, Gratis!

Baca juga: Kumpulan Twibbon Sambut Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2022, Download Sekarang, Gratis!

Hewan yang dikenal sebagai "kapal gurun" ini mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungan Sahara yang panas dan gersang.

Punuk di punggung unta menyimpan lemak, yang dapat digunakan untuk energi dan hidrasi di antara waktu makan.

Unta mampu menyimpan energi dengan sangat efisien sehingga dapat bertahan lebih dari seminggu tanpa air dan beberapa bulan tanpa makanan.

Mamalia lain yang hidup di Sahara termasuk rusa, addaxes (sejenis antelop), cheetah, caracal, rubah gurun dan anjing liar.

Banyak reptil juga berkembang biak di lingkungan gurun, termasuk beberapa spesies ular, kadal, dan bahkan buaya.

Bagian gurun yang paling kering sama sekali tidak memiliki kehidupan tanaman, tetapi daerah oasis, seperti Lembah Nil, mendukung berbagai macam tanaman, termasuk pohon zaitun, pohon kurma dan berbagai semak dan rumput.

Saat ini, Sahara memiliki iklim gurun yang kering dan tidak ramah.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada 2019, setiap 20.000 tahun iklim gurun yang keras dan ekstrem berganti ke oasis yang hijau subur.

Dalam jurnal tersebut, penelitian memeriksa sedimen laut yang mengandung endapan debu dari Sahara dari 240.000 tahun terakhir.

Peneliti menemukan bahwa siklus antara Sahara kering dan hijau berhubungan dengan sedikit perubahan kemiringan sumbu bumi, yang juga mendorong aktivitas monsun.

Selain itu, para arkeolog menemukan lukisan gua dan batu prasejarah dan sisa-sisa arkeologis lainnya yang menjelaskan seperti apa kehidupan di Sahara yang dulunya hijau.

Potongan-potongan tembikar menunjukkan bahwa sekitar 7.000 tahun yang lalu, para penggembala memelihara ternak dan memanen tanaman di tempat yang sekarang menjadi gurun yang gersang.

Meski demikian, selama 2.000 tahun terakhir, iklim di Sahara tercatat cukup stabil.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved